Bola / Bola Dunia
Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB
Arsip foto: Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Handout Kementerian Luar Negeri China)
Baca 10 detik
  • Presiden Vladimir Putin bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada Rabu, 20 Mei 2026 untuk mempererat hubungan bilateral.
  • Putin menyatakan hubungan Rusia dan China mencapai tingkat belum pernah terjadi sebelumnya dengan lonjakan perdagangan signifikan dalam 25 tahun.
  • Rusia dan China sepakat menjalin kemitraan strategis dalam penyediaan sumber daya serta saling menghormati kedaulatan jalur pembangunan masing-masing negara.

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa hubungan antara Rusia dan China telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, seiring dengan peningkatan signifikan perdagangan bilateral yang disebutnya naik lebih dari 30 kali lipat dalam 25 tahun terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Rabu (20/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Putin menyebut Xi sebagai sahabat dekat dan mengutip pepatah China yang berbunyi bahwa, “jika sahabat tidak bertemu selama satu hari, rasanya seperti tiga musim gugur telah berlalu.”

Pada pembukaan perundingan di Aula Fujian, Balai Agung Rakyat (Great Hall of the People), Putin menegaskan bahwa hubungan kedua negara kini telah berkembang menjadi contoh kemitraan,"

“Di tengah krisis di Timur Tengah, Rusia terus mempertahankan perannya sebagai pemasok sumber daya yang andal, sementara China tetap menjadi konsumen yang bertanggung jawab atas sumber daya tersebut,” ujar Putin dilansir dari Anadolu.

Putin juga menegaskan rencananya untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2026 di Shenzhen, China, pada November mendatang. Ia turut mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Rusia tahun depan.

Lebih lanjut, Putin menekankan bahwa Moskow dan Beijing memiliki pandangan yang sejalan dalam mendukung keberagaman budaya dan peradaban serta menghormati jalur pembangunan kedaulatan masing-masing negara.

(Antara)

Baca Juga: AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

Load More