- FIFA resmi menjadwalkan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni hingga 20 Juli 2026.
- Turnamen edisi ke-23 ini melibatkan 48 negara peserta yang akan bertanding dalam total 104 laga di 16 stadion.
- Pertandingan pembuka dimulai di Stadion Azteca, sementara partai final penentu juara dunia akan digelar di Stadion MetLife, New York.
Suara.com - Pecinta sepak bola dunia bersiap menyambut turnamen terbesar dalam sejarah karena FIFA resmi merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026.
Edisi ke-23 ini akan mencetak sejarah baru dengan melibatkan 48 negara peserta yang bertarung di tiga negara tuan rumah sekaligus.
Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menjadi saksi perebutan trofi paling bergengsi sejagat mulai pertengahan Juni mendatang.
Rangkaian kemeriahan turnamen akan dibuka secara megah di Stadion Azteca, Mexico City, pada 11 Juni 2026 waktu setempat.
Sementara itu, partai puncak yang sangat dinantikan bakal digelar di Stadion MetLife, New York, untuk menentukan siapa raja dunia yang baru.
Pesta Bola 48 Negara di Amerika Utara
Total terdapat 104 pertandingan yang siap memanjakan mata para suporter selama lebih dari satu bulan penuh kompetisi.
Pertarungan di lapangan hijau akan langsung memanas sejak hari pertama dengan digelarnya dua laga pembuka Grup A.
Tuan rumah Meksiko dijadwalkan menjamu Afrika Selatan dalam laga pembuka yang diprediksi berlangsung emosional.
Baca Juga: Isu Wabah Ebola, Kongo Tolak Permintaan Isolasi 21 Hari Jelang Piala Dunia 2026
Pada hari yang sama, wakil Asia, Korea Selatan, akan menguji kekuatan Republik Ceko di Guadalajara.
Setelah hari pembukaan tersebut, tim-tim dari 12 grup berbeda akan saling sikut untuk mengamankan tiket menuju babak sistem gugur.
Jadwal Pekan Pembuka Fase Grup
Laga pembuka antara Meksiko kontra Afrika Selatan akan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion Azteca.
Masih di hari yang sama, Korea Selatan akan menghadapi Republik Ceko pada pukul 09.00 WIB di Stadion Akron.
Memasuki Sabtu, 13 Juni 2026, Kanada akan meladeni Bosnia dan Herzegovina pada pukul 02.00 WIB di Toronto.
Berita Terkait
-
Denzel Dumfries Tegaskan Belanda Bidik Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS
-
Manuel Neuer Dipastikan Jadi Kiper Utama Jerman di Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Bangga Kembali Bela Timnas Inggris, akan Tampil di 3 Edisi Piala Dunia
-
Thomas Tuchel Utamakan Kekompakan dalam Pemilihan Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau