- Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendorong penguatan investasi hulu migas pada Senin, 24 Agustus 2026, untuk meningkatkan produksi nasional.
- Pemerintah perlu memberikan kepastian hukum, konsistensi kebijakan, serta insentif fiskal guna menarik minat Kontraktor Kontrak Kerja Sama berinvestasi.
- ReforMiner Institute menilai langkah eksplorasi laut dan efisiensi birokrasi proyek migas dapat mempercepat monetisasi serta produksi nasional.
Suara.com - Pemerintah didorong memperkuat iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) agar kegiatan eksplorasi dapat semakin agresif dan produksi migas nasional meningkat.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengatakan peningkatan eksplorasi menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Menurutnya, Indonesia perlu mempercepat pencarian cadangan baru sekaligus meningkatkan lifting migas agar ketergantungan terhadap impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat ditekan.
"Ketahanan energi merupakan hal yang sangat penting, sehingga kita harus mempercepat, memperkuat eksplorasi untuk melakukan peningkatan dari lifting migas kita, agar kita bisa mengurangi impor minyak mentah dan BBM yang selama ini kita lakukan, termasuk juga memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri," ujarnya seperti dikutip, Senin (24/8/2026).
Namun, untuk mendorong investasi dan eksplorasi hulu migas, pemerintah dinilai perlu memastikan iklim usaha yang sehat dan memberikan kepastian bagi para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Eddy mengatakan kolaborasi antara SKK Migas dan KKKS selama ini telah berjalan cukup baik. Meski begitu, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, terutama dari sisi regulasi.
"Sejauh ini kolaborasi KKKS dengan SKK Migas sudah cukup bagus, tapi saya kira perlu ada perhatian terhadap masukan yang diberikan oleh asosiasi KKKS yang berada di bawah Indonesian Petroleum Association (IPA) yang menekankan pada 3 hal, yaitu penguatan terhadap kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan insentif fiskal," jelasnya.
Tiga Hal untuk Investor Migas
Tiga hal yang disoroti tersebut dinilai penting untuk meningkatkan minat investasi di sektor hulu migas.
Pertama, kepastian hukum diperlukan agar investor memiliki kejelasan mengenai aturan dan risiko investasi dalam jangka panjang. Pasalnya, kegiatan eksplorasi migas membutuhkan modal besar dengan tingkat risiko yang juga tinggi.
Kedua, konsistensi kebijakan menjadi faktor penting bagi investor dalam menyusun perencanaan proyek. Perubahan kebijakan yang tidak konsisten dapat memengaruhi keekonomian proyek dan keputusan investasi.
Ketiga, insentif fiskal diperlukan untuk meningkatkan daya tarik proyek eksplorasi, terutama untuk wilayah dengan tingkat kesulitan dan risiko tinggi.
Selain penguatan iklim investasi, pemerintah juga perlu mempercepat proses pengembangan proyek migas agar penemuan cadangan dapat segera masuk ke tahap produksi.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai langkah SKK Migas mengejar eksplorasi di wilayah laut serta melegalkan sumur rakyat merupakan strategi yang tepat.
Menurutnya, eksplorasi laut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan cadangan energi dalam jangka panjang. Sementara itu, sumur rakyat dapat membantu mendukung target produksi nasional.