Bola / Bola Dunia
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:05 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA ternyata punya sejarah kelam: pernah dicuri, disembunyikan dari Nazi, hingga ditemukan seekor anjing bernama Pickles. CENTRAL PRESS / AFP
Baca 10 detik
  • Trofi Jules Rimet yang diciptakan pada 1930 memiliki sejarah penuh intrik, termasuk aksi penyelamatan dan pencurian selama perang.
  • Pencurian permanen trofi Jules Rimet di Brasil mendorong FIFA menciptakan trofi emas modern karya Silvio Gazzaniga pada 1974.
  • Trofi emas modern akan diperebutkan oleh 48 negara dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Hingga kini, trofi legendaris itu diyakini telah dilebur oleh para pencurinya karena tidak pernah ditemukan lagi.

Lahirnya Simbol Baru Piala Dunia

Sebelum insiden pencurian di Brasil terjadi, FIFA sebenarnya sudah menginisiasi desain trofi baru untuk era modern.

Seniman asal Italia, Silvio Gazzaniga, menciptakan trofi setinggi 36 sentimeter yang dicetak menggunakan emas 18 karat.

Desain yang menampilkan dua sosok manusia sedang mengangkat planet Bumi tersebut dianggap berhasil menangkap esensi sepak bola sebagai pemersatu dunia.

West Germany menjadi negara pertama yang mengangkat trofi baru tersebut pada tahun 1974 sebelum kemudian direbut Argentina empat tahun berselang.

Sejak saat itu, trofi modern Piala Dunia terus berpindah tangan menjadi simbol kejayaan negara-negara besar seperti Germany, Italy, France, hingga Spain.

Aturan Ketat FIFA dan Pengecualian Nelson Mandela

Berbeda dengan era Trofi Jules Rimet, trofi modern Piala Dunia tidak akan pernah lagi dimiliki permanen oleh negara juara.

Baca Juga: Daftar Pemain Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Andalkan Christian Pulisic di Lini Depan

Tim pemenang hanya diizinkan mengangkat trofi asli saat seremoni penyerahan sebelum ditukar dengan replika berlapis emas bernama FIFA World Cup Winners' Trophy.

Satu-satunya pengecualian istimewa terjadi pada tahun 2010 ketika replika resmi trofi diberikan kepada Nelson Mandela menjelang 2010 FIFA World Cup.

Bahkan, untuk menyentuh trofi asli saja FIFA memiliki aturan yang sangat ketat.

Hanya mantan juara Piala Dunia, kepala negara, dan pejabat resmi FIFA yang diperbolehkan menyentuh trofi tersebut secara langsung.

Menuju Piala Dunia 2026

Kini, Trofi Piala Dunia tetap berdiri megah sebagai simbol pamungkas kejayaan, keabadian, dan harga diri sebuah bangsa di atas lapangan hijau.

Pada musim panas 2026 mendatang, trofi suci itu kembali diperebutkan oleh 48 negara dalam turnamen yang digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico.

Timnas Argentina akan datang dengan misi mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada 2022 demi menyamai koleksi empat trofi milik Jerman dan Italia.

Load More