Bola / Bola Indonesia
Senin, 01 Juni 2026 | 11:57 WIB
Mantan bek Persib Bandung Daisuke Sato. (ANTARA/HO-Persib Bandung)
Baca 10 detik
  • Daisuke Sato mengklarifikasi bahwa sanksi FIFA terhadap Persib Bandung dipicu sengketa kontrak tahun 2023 yang tidak diselesaikan klub.
  • Pengadilan Arbitrase Olahraga menolak keberatan Persib dan menyatakan Sato memiliki dasar hukum sah atas pemutusan kontrak tersebut.
  • Sanksi larangan registrasi pemain diberikan FIFA karena Persib gagal mematuhi putusan hukum tetap sesuai tenggat waktu ditentukan.

Perselisihan tersebut diketahui bermula ketika Persib melakukan perubahan komposisi pemain asing pada pertengahan musim Liga 1 2023/2024.

Sengketa kemudian berlanjut hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Pada Maret 2026, CAS menolak pokok keberatan yang diajukan Persib dan menyatakan bahwa Sato memiliki dasar yang sah untuk mengakhiri kontraknya.

Dalam pernyataannya, Sato juga mengungkap bahwa Persib sempat meminta agar identitas pemain dan klub tidak dicantumkan dalam publikasi putusan. 

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihaknya demi menjaga transparansi proses hukum.

"Persib meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan mencantumkan nama pemain dan klub, dengan alasan adanya kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan," tutur Sato.

Lebih lanjut, mantan pemain Ratchaburi FC itu membantah tudingan yang menyebut dirinya menjadi penyebab langsung Persib mendapatkan sanksi FIFA saat ini. 

Menurutnya, hukuman tersebut muncul karena putusan yang telah berkekuatan hukum tetap belum dijalankan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan oleh FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari kegagalan untuk mematuhi putusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan," ungkap Sato.

Baca Juga: Mathew Baker Promosi ke Timnas Indonesia Senior, Berpotensi Absen di Fase Grup Piala AFF U-19

Sato juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan Persib maupun Bobotoh.

Ia menyebut seluruh proses yang terjadi semata-mata berkaitan dengan perlindungan hak profesionalnya sebagai pesepak bola.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub maupun para pendukungnya. Tujuan saya semata-mata adalah melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati sebagaimana mestinya," tulis Sato.

Karena itu, ia meminta publik untuk melihat keseluruhan kronologi kasus sebelum memberikan penilaian atau kritik terhadap dirinya.

"Saya dengan hormat meminta kepada publik dan para pendukung untuk memahami kronologi lengkap dari permasalahan ini sebelum memberikan penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya," terang Sato.

Di akhir pernyataannya, Sato mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama proses hukum berlangsung, termasuk tim kuasa hukumnya yang mendampinginya sejak awal.

"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama tiga tahun terakhir, khususnya tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM – Sociedade de Advogados, yang telah mendampingi saya sejak awal proses ini berlangsung," kata Sato.

Meski sempat terlibat sengketa panjang, Sato memastikan rasa hormatnya terhadap Persib, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia tidak pernah berubah.

"Saya tetap bersyukur atas waktu yang saya habiskan di Indonesia dan akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, serta sepak bola Indonesia," pungkasnya.

Load More