-
Keberangkatan Timnas Afrika Selatan ke Meksiko tertunda akibat keterlambatan pengurusan visa skuad.
-
Menteri Gayton McKenzie mengkritik tajam kelalaian administratif yang dianggap mempermalukan negara tersebut.
-
Insiden visa ini memperpanjang catatan buruk manajemen SAFA setelah sebelumnya terkena sanksi FIFA.
Krisis dokumen ini bukan pertama kalinya terjadi dan menambah daftar panjang kegagalan manajerial yang dialami skuad Afrika Selatan. Sebelumnya, kelalaian serupa telah memberikan kerugian besar bagi posisi tim di fase kualifikasi.
Bafana Bafana sempat dijatuhi hukuman pengurangan tiga poin oleh FIFA dalam babak kualifikasi Piala Dunia. Sanksi dijatuhkan setelah gelandang Teboho Mokoena dimainkan melawan Lesotho pada Maret 2025 meski sedang dalam masa hukuman akumulasi kartu kuning.
Manajemen beralasan bahwa kekeliruan itu terjadi karena manajer tim, Vincent Tseka, sedang mengambil es saat Mokoena menerima kartu kuning pada laga sebelumnya. Akibatnya, catatan kartu sang pemain tidak terdata dengan baik oleh staf tim.
Meskipun sempat kehilangan poin penting akibat kecerobohan tersebut, Afrika Selatan tetap berhasil mengamankan tiket putaran final pada Oktober lalu. Namun, insiden itu meninggalkan noda besar bagi reputasi profesionalisme tim nasional mereka.
Pelatih kepala Bafana Bafana, Hugo Broos, secara jantan mengakui bahwa dirinya juga memikul tanggung jawab atas kesalahan memalukan tersebut. "Saya juga merasa bertanggung jawab atas saga Mokoena setelah memilih pemain yang sedang disuspensi," tutur Broos kala itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam