Bola / Liga Inggris
Senin, 01 Juni 2026 | 15:05 WIB
Pelatih AFC Bournemouth, Andoni Iraola. [Instagram @afcb]
Baca 10 detik
  • Liverpool berencana menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru untuk menggantikan Arne Slot setelah performa tim mengalami penurunan.
  • Richard Hughes selaku direktur olahraga memimpin rencana penunjukan Iraola karena rekam jejak impresifnya bersama klub Bournemouth selama ini.
  • Filosofi permainan agresif dan transisi cepat milik Iraola dinilai sangat sesuai dengan identitas sepak bola modern Liverpool.

Filosofi Iraola Dinilai Sesuai DNA Liverpool

Gaya permainan cepat dan direct milik Iraola dianggap sangat dekat dengan identitas sepak bola modern Liverpool.

Mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola, bahkan pernah memuji filosofi permainan yang diterapkan pelatih berusia 43 tahun itu.

“Saat ini, sepak bola modern adalah cara Bournemouth bermain, cara Newcastle bermain, Brighton bermain, Liverpool selalu seperti itu,” ujar Guardiola pada tahun lalu.

Statistik menunjukkan pendekatan taktik Iraola sangat menitikberatkan pada transisi cepat setelah merebut bola dari lawan.

“Hal pertama yang kami coba lakukan ketika merebut bola adalah bermain ke pemain nomor sembilan,” kata Iraola kepada Sky Sports dalam sebuah wawancara tahun 2024.

“Karena itu biasanya adalah momen di mana lawan kurang berada dalam posisi yang baik dan Anda bisa menemukan ruang yang lebih baik,” jelasnya merincikan strategi tersebut.

Selama masa kepemimpinannya, Bournemouth tercatat sebagai tim dengan rata-rata kecepatan serangan tertinggi, yakni 1,95 meter per detik menuju area pertahanan lawan.

Sejak Iraola tiba di Inggris, Bournemouth menghasilkan 128 tembakan dari skema serangan balik cepat. Jumlah tersebut hanya kalah dari Liverpool yang mencatatkan 155 tembakan.

Baca Juga: Andoni Iraola Dilaporkan Incar Kursi Pelatih Liverpool, Rela Tolak AC Milan

Kesamaan filosofi ini menjadi indikator kuat bahwa skuad Liverpool saat ini tidak akan kesulitan beradaptasi dengan sistem pressing intens milik Iraola.

Musim ini, Liverpool juga menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak dari skema perebutan bola tinggi di area pertahanan lawan, yakni 10 gol.

Situasi tersebut membuat langkah Richard Hughes untuk membawa Iraola ke Anfield terasa semakin masuk akal, terutama setelah target lain seperti Xabi Alonso dikabarkan memilih bergabung dengan Chelsea.

Tantangan terbesar Iraola jika resmi menangani Liverpool adalah memaksimalkan potensi para pemain bintang seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz yang sempat mengalami masa adaptasi pada musim pertama mereka.

Dengan rekam jejak dalam mengembangkan pemain dan membangun sistem permainan atraktif, Andoni Iraola dinilai memiliki profil yang ideal untuk memimpin era baru Liverpool.

Load More