- FIFA dan IFAB resmi memberlakukan aturan Anti-Arsenal Law untuk melarang tindakan blokir pemain pada situasi bola mati mulai Juli.
- Regulasi ini akan diterapkan perdana pada Piala Dunia 2026 guna menjaga sportivitas serta mencegah taktik menghalangi pergerakan lawan.
- FIFA juga memperketat aturan mengenai protes wasit, durasi pergantian pemain, serta larangan menutup mulut saat konfrontasi di lapangan.
Pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau jersey saat terlibat konfrontasi kini terancam kartu merah.
\Kebijakan tersebut muncul setelah sejumlah kontroversi yang melibatkan tuduhan rasisme dalam pertandingan internasional.
Namun FIFA menegaskan aturan tersebut tidak berlaku untuk percakapan biasa yang tidak bersifat konfrontatif.
Perubahan lain menyasar tindakan protes berlebihan terhadap wasit.
Pemain atau tim yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan dikenai sanksi tegas.
ika seluruh tim meninggalkan lapangan pertandingan, mereka dapat dinyatakan kalah.
FIFA juga memperketat aturan pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar kini hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan.
Jika melebihi batas waktu tersebut, pemain pengganti baru boleh masuk pada penghentian permainan berikutnya setelah satu menit berjalan.
Sementara itu, untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, pemain hanya diberikan waktu lima detik untuk memulai kembali permainan setelah wasit memberikan sinyal.
Baca Juga: Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
Aturan terbaru lainnya melarang tim melakukan sesi instruksi khusus dengan pelatih ketika penjaga gawang sedang mendapatkan perawatan medis di lapangan.
Berita Terkait
-
Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
-
Prediksinya 3 Kali Benar Semua, Ekonom Jerman Ramal Belanda Sabet Gelar Piala Dunia 2026
-
Karut-marut Administrasi SAFA Hambat Timnas Afrika Selatan Terbang ke Meksiko
-
Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest
-
Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam