Bola / Bola Indonesia
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:26 WIB
Hasil Super League 2025: Persija Menang Besar atas Bhayangkara FC, Jordi Amat Cetak Gol [Instagram Persija]
Baca 10 detik
  • Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026, sementara Persija Jakarta finis di peringkat ketiga dengan performa yang sangat impresif.
  • Bek Jordi Amat menyatakan Persija berhasil menerapkan identitas permainan dominan dan menyerang sepanjang kompetisi domestik musim ini.
  • Persija mencatatkan statistik 65 gol dan 29 kebobolan, serta Jordi Amat berkontribusi lewat tiga gol dan satu assist.

Suara.com - Kompetisi Super League musim 2025/2026 telah resmi berakhir. Persib Bandung boleh saja berpesta merayakan gelar juara, namun bek andalan Persija Jakarta, Jordi Amat, memiliki kebanggaan tersendiri terhadap performa timnya.

Jordi Amat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh elemen tim setelah menuntaskan perjalanan di Super League 2025/2026.

Meski gagal meraih gelar juara, pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu menilai Macan Kemayoran tetap menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim.

Persija menutup kompetisi di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Raihan tersebut diperoleh dari 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang musim.

Tak hanya mampu bersaing di papan atas, tim ibu kota juga tampil tajam di lini depan dengan torehan 65 gol, menjadikannya sebagai tim tertajam ketiga di kompetisi.

Sementara itu, di sektor pertahanan, Persija menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua setelah hanya kebobolan 29 gol.

Jordi Bangga dengan Identitas Permainan Persija

Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027. [Dok. KitaGaruda]

Bagi Jordi Amat, hasil akhir tersebut memang belum sesuai target yang dicanangkan sejak awal musim.

Namun, ia melihat banyak hal positif yang berhasil dibangun tim, terutama terkait identitas permainan yang mulai terbentuk dengan kuat.

Baca Juga: Boris Kopitovic Resmi Tinggalkan Bali United Jelang Musim Super League Baru

Dominasi penguasaan bola dan gaya bermain menyerang yang diperlihatkan Persija sepanjang musim dinilai sebagai buah dari kerja keras seluruh tim, baik pemain, pelatih, maupun staf pendukung.

“Di musim pertama bersama Persija, sangat bangga dengan perjuangan kami di setiap pertandingan. Kami tidak mencapai tujuan kami, tetapi kami memainkan salah satu sepak bola terbaik di Indonesia,” kata Jordi di laman resmi klub.

Kontribusi Jordi dan Optimisme Musim Depan

Selain tampil kokoh di jantung pertahanan, Jordi juga memberikan kontribusi penting dalam fase menyerang.

Bek berusia 34 tahun tersebut sukses mencatatkan tiga gol dan satu assist sepanjang musim.

Catatan itu menjadi bukti bahwa perannya tidak hanya terbatas menjaga lini belakang, tetapi juga mampu membantu tim saat membangun serangan maupun dalam situasi bola mati.

Meski mengakui musim ini dipenuhi berbagai tantangan, Jordi tetap optimistis menatap kompetisi berikutnya.

Mantan pemain Espanyol dan Swansea City itu percaya Persija memiliki modal kuat untuk tampil lebih baik pada musim mendatang.

“Tiga gol dan satu assist, musim yang penuh suka duka tetapi senang dengan semua kerja keras yang telah dilakukan. Kami akan kembali lebih kuat di musim depan. Terima kasih atas semua dukungannya,” pungkasnya.

Load More