- Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026, sementara Persija Jakarta finis di peringkat ketiga dengan performa yang sangat impresif.
- Bek Jordi Amat menyatakan Persija berhasil menerapkan identitas permainan dominan dan menyerang sepanjang kompetisi domestik musim ini.
- Persija mencatatkan statistik 65 gol dan 29 kebobolan, serta Jordi Amat berkontribusi lewat tiga gol dan satu assist.
Suara.com - Kompetisi Super League musim 2025/2026 telah resmi berakhir. Persib Bandung boleh saja berpesta merayakan gelar juara, namun bek andalan Persija Jakarta, Jordi Amat, memiliki kebanggaan tersendiri terhadap performa timnya.
Jordi Amat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh elemen tim setelah menuntaskan perjalanan di Super League 2025/2026.
Meski gagal meraih gelar juara, pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu menilai Macan Kemayoran tetap menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim.
Persija menutup kompetisi di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Raihan tersebut diperoleh dari 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang musim.
Tak hanya mampu bersaing di papan atas, tim ibu kota juga tampil tajam di lini depan dengan torehan 65 gol, menjadikannya sebagai tim tertajam ketiga di kompetisi.
Sementara itu, di sektor pertahanan, Persija menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua setelah hanya kebobolan 29 gol.
Jordi Bangga dengan Identitas Permainan Persija
Bagi Jordi Amat, hasil akhir tersebut memang belum sesuai target yang dicanangkan sejak awal musim.
Namun, ia melihat banyak hal positif yang berhasil dibangun tim, terutama terkait identitas permainan yang mulai terbentuk dengan kuat.
Baca Juga: Boris Kopitovic Resmi Tinggalkan Bali United Jelang Musim Super League Baru
Dominasi penguasaan bola dan gaya bermain menyerang yang diperlihatkan Persija sepanjang musim dinilai sebagai buah dari kerja keras seluruh tim, baik pemain, pelatih, maupun staf pendukung.
“Di musim pertama bersama Persija, sangat bangga dengan perjuangan kami di setiap pertandingan. Kami tidak mencapai tujuan kami, tetapi kami memainkan salah satu sepak bola terbaik di Indonesia,” kata Jordi di laman resmi klub.
Kontribusi Jordi dan Optimisme Musim Depan
Selain tampil kokoh di jantung pertahanan, Jordi juga memberikan kontribusi penting dalam fase menyerang.
Bek berusia 34 tahun tersebut sukses mencatatkan tiga gol dan satu assist sepanjang musim.
Catatan itu menjadi bukti bahwa perannya tidak hanya terbatas menjaga lini belakang, tetapi juga mampu membantu tim saat membangun serangan maupun dalam situasi bola mati.
Meski mengakui musim ini dipenuhi berbagai tantangan, Jordi tetap optimistis menatap kompetisi berikutnya.
Mantan pemain Espanyol dan Swansea City itu percaya Persija memiliki modal kuat untuk tampil lebih baik pada musim mendatang.
“Tiga gol dan satu assist, musim yang penuh suka duka tetapi senang dengan semua kerja keras yang telah dilakukan. Kami akan kembali lebih kuat di musim depan. Terima kasih atas semua dukungannya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Federico Barba Jadi Incaran 5 Klub Eropa, Berpotensi Tinggalkan Persib
-
Persib Terancam Kehilangan Mesin Gol, Andrew Jung Dapat Tawaran Raksasa Thailand
-
Kenapa John Herdman Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat?
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Klub Jay Idzes Tertarik Boyong Legenda Timnas Italia untuk Jadi Pelatih Baru
-
Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Sandy Wash Sebar Kabar Bahagia Bersiap Jadi Ayah
-
Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery Belum Pasti, Ini Penyebabnya
-
Nova Arianto Siapkan Rotasi, Sejumlah Pelapis Timnas Indonesia U-19 Disiapkan Lawan Timor Leste
-
Piala Dunia 2026 Dijaga Super Ketat, Polisi New Jersey Larang Suporter Jalan Kaki
-
8 Hari Menuju Piala Dunia 2026: Tonton Ulang Gol Roket Socrates yang Membungkam Uni Soviet
-
Manchester United Capai Kesepakatan Rekrut Ederson dari Atalanta
-
Andoni Iraola Resmi Sepakati Kontrak Dua Tahun dengan Liverpool, Boyong Jajaran Staf Pelatihnya
-
Kenapa Piala Dunia 2026 Jadi Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah?
-
Penantian 40 Tahun, Irak Siap Buat Kejutan di Piala Dunia 2026