- Timnas Curaçao mencetak sejarah lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 sebagai negara dengan populasi terkecil di dunia.
- Keberhasilan Curaçao diraih tanpa kekalahan selama babak kualifikasi di bawah arahan pelatih veteran asal Belanda, Dick Advocaat.
- Skuad Blue Wave yang diperkuat pemain keturunan akan bersaing di Grup E melawan Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.
Suara.com - Timnas Curaçao menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026.
Negara kepulauan kecil di kawasan Karibia itu berhasil mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak berdiri sebagai federasi sepak bola independen.
Bahkan, Curaçao tercatat sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah berhasil menembus putaran final Piala Dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 150 ribu jiwa.
Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Dalam beberapa tahun terakhir, Curaçao terus berkembang menjadi salah satu kekuatan baru di kawasan CONCACAF.
Mereka memanfaatkan banyak pemain keturunan yang lahir dan berkembang di Belanda untuk memperkuat kualitas skuad.
Strategi tersebut membuat Blue Wave—julukan Timnas Curaçao—mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola lebih kuat.
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 berlangsung impresif. Curaçao tampil tanpa kekalahan sepanjang babak kualifikasi dan memastikan tiket ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko setelah menahan imbang Jamaika 0-0 pada laga penentuan.
Hasil tersebut membawa mereka finis di puncak grup dan mencetak sejarah terbesar dalam sepak bola nasional negara tersebut.
Di balik kesuksesan itu terdapat sosok pelatih veteran Belanda, Dick Advocaat. Mantan pelatih Timnas Belanda tersebut menjadi arsitek utama kebangkitan Curaçao.
Baca Juga: Tetap Bertolak ke Piala Dunia 2026, Masalah Visa AS Masih Bayangi Timnas Iran
Dengan pengalaman panjang di level internasional, Advocaat mampu membangun tim yang disiplin, solid dalam bertahan, dan efektif saat menyerang. Ia bahkan berpeluang menjadi pelatih tertua yang pernah memimpin tim di Piala Dunia.
Untuk urusan pemain, Curaçao memiliki sejumlah nama yang patut diperhatikan. Kapten tim Leandro Bacuna menjadi figur sentral berkat pengalaman panjangnya di kompetisi Eropa.
Selain itu ada Tahith Chong yang dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan menggiring bola di sektor sayap. Talenta muda seperti Livano Comenencia juga diharapkan mampu memberikan kejutan di panggung dunia.
Di Piala Dunia 2026, Curaçao tergabung dalam grup yang tidak mudah bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.
Meski berstatus tim debutan dan underdog, semangat juang serta kekompakan skuad membuat Curaçao berpotensi menjadi salah satu kuda hitam yang menarik untuk disaksikan sepanjang turnamen.
Bagi Curaçao, tampil di Piala Dunia 2026 bukan sekadar mengejar hasil. Kehadiran mereka menjadi simbol kemajuan sepak bola Karibia sekaligus bukti bahwa negara kecil pun mampu mewujudkan mimpi besar di panggung sepak bola dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan