-
Austria mengakhiri masa penantian 28 tahun untuk tampil kembali di putaran final Piala Dunia.
-
Pelatih Ralf Rangnick menerapkan strategi pressing agresif dengan kombinasi pemain senior dan daun muda.
-
Das Team tergabung di Grup J bersama tim kuat Argentina, Aljazair, dan juga Yordania.
Suara.com - Timnas Austria resmi menyudahi penantian panjang hampir tiga dekade untuk kembali bersaing di panggung tertinggi sepak bola sejagat. Pasukan Das Team datang ke Piala Dunia 2026 dengan mengusung filosofi sepak bola menekan yang radikal.
Kembalinya Austria setelah absen sejak 1998 memicu peta persaingan baru yang sengit di Grup J. Mereka dijadwalkan bentrok dengan sang juara bertahan Argentina, Aljazair, dan Yordania.
Lolosnya Das Team membuktikan konsistensi mereka sebagai kekuatan baru Eropa yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bahwa capaian impresif terdahulu bukan sekadar keberuntungan sesaat.
Arsitek tim Ralf Rangnick tetap setia pada cetak biru permainan agresif yang menuntut kepungan tinggi sejak area pertahanan lawan. Skema ini diprediksi membuat lini belakang rival di Grup J berada dalam tekanan konstan.
Pengamat meyakini Austria berpotensi besar menemani Argentina lolos ke fase gugur apabila mampu meredam ambisi Aljazair. Duel taktis antara wakil Eropa dan Afrika tersebut dipastikan menjadi kunci penentu nasib mereka.
Komposisi skuad yang diboyong ke Amerika Utara mengombinasikan ketenangan pemain kawakan dengan ledakan energi pilar muda. Sosok David Alaba dari Real Madrid kembali memimpin rekan-rekannya sebagai jangkar moral di ruang ganti.
Aliran bola dan kreativitas permainan akan bertumpu penuh pada duet gelandang dinamis, Marcel Sabitzer serta Konrad Laimer. Sementara itu, ketajaman lini serang masih mempercayakan penyerang gaek berusia 37 tahun, Marko Arnautovic.
Daya kejut Das Team dipastikan bertambah menyusul bergabungnya talenta menjanjikan seperti Paul Wanner dan Carney Chukwuemeka. Kedua pemain muda berbakat tersebut memutuskan untuk mengenakan seragam Austria pada tahun ini.
Namun, kekuatan taktis Austria sedikit tereduksi akibat cedera paha parah yang menimpa gelandang andalan Christoph Baumgartner. Rangnick mengambil keputusan berani dengan tidak memanggil nama baru untuk mengisi slot kosong tersebut.
Baca Juga: Euforia Sambut Piala Dunia 2026 di Bandung
Absennya Baumgartner memaksa sisa gelandang yang ada seperti Florian Grillitsch dan Nicolas Seiwald bekerja ekstra keras. Keseimbangan tim diuji untuk mempertahankan intensitas tinggi yang menjadi identitas utama mereka.
Sejarah mencatat prestasi tertinggi Austria di kompetisi global ini terjadi pada edisi 1954 silam saat mengunci peringkat ketiga. Setelah momentum emas tersebut, prestasi sepak bola negara Eropa Tengah ini cenderung mengalami pasang surut.
Penampilan terakhir mereka di Piala Dunia tercatat pada edisi Prancis 1998 sebelum akhirnya tenggelam selama enam edisi beruntun. Kebangkitan mulai terlihat secara masif ketika mereka tampil mengejutkan pada ajang Piala Eropa 2024 lalu.
Saat itu, anak asuh Ralf Rangnick melesat menjadi juara grup menyingkirkan tim raksasa sekelas Prancis dan Belanda. Langkah impresif mereka baru terhenti setelah dipaksa menyerah oleh Turki di fase 16 besar.
Kini dengan mayoritas pemain yang merumput di liga-liga elite Eropa, Austria siap mengulangi impresi magis tersebut. Petualangan mereka di Grup J akan diawali dengan menghadapi tantangan Yordania pada pertengahan Juni nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL