-
Shin Tae-yong menjadi kandidat kuat pelatih baru Persija Jakarta menggantikan posisi Mauricio Souza.
-
Manajemen Persija harus menyiapkan dana sekitar Rp35–40 miliar per musim untuk mengontrak sang pelatih.
-
Agenda pengenalan pelatih baru dijadwalkan melalui konferensi pers resmi pada Senin, 8 Juni 2026.
Suara.com - Spekulasi panas mengenai masa depan Shin Tae-yong pasca-meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia akhirnya menemui titik terang baru. Mantan juru taktik skuad Garuda tersebut kini santer dikabarkan menjadi buruan utama Persija Jakarta untuk mengomandoi tim musim depan.
Langkah berani ini diambil manajemen Macan Kemayoran setelah mereka menyudahi kerja sama dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza. Keputusan tersebut tergolong mengejutkan mengingat Souza berhasil mempersembahkan 22 kemenangan dan mengemas 71 poin sepanjang musim lalu.
Kehadiran arsitek taktik asal Korea Selatan ini diyakini tidak hanya mendongkrak performa teknis di lapangan hijau. Lebih dari itu, magnet besar yang melekat pada dirinya diproyeksikan mampu melejitkan nilai komersial klub secara masif melalui penjualan tiket dan sponsor.
Manajemen Persija Jakarta dipastikan harus merogoh kocek sangat dalam jika ingin merealisasikan transfer sensasional ini. Pengalaman serta reputasi global sang pelatih membuat nilai pasarnya kini berada di level tertinggi untuk kawasan Asia Tenggara.
Sebagai gambaran komparasi finansial, mantan Ketua PSSI Mochamad Iriawan pernah mengungkap bahwa STY digaji sekitar Rp1,1 miliar per bulan atau setara Rp13,2 miliar per tahun. Angka tersebut merupakan nominal bersih saat ia pertama kali menangani proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Peningkatan nilai kontrak yang signifikan terjadi saat juru taktik tersebut menyetujui perpanjangan masa bakti bersama federasi. Berdasarkan laporan media Vietnam, Lao Dong, gaji Shin Tae-yong saat memperpanjang kontrak dengan PSSI berada di kisaran 1,5 juta dolar AS per tahun.
Jika dikalkulasikan dengan asumsi nilai tukar rupiah saat ini, angka tersebut menyentuh Rp27 miliar per tahun atau berkisar Rp2,25 miliar setiap bulan. Angka ini baru merupakan gaji pokok, belum termasuk fasilitas penunjang dan hak komersial lainnya.
Biaya operasional total diprediksi akan melonjak hingga menyentuh angka Rp35 hingga Rp40 miliar per musim. Komponen tersebut mencakup bonus prestasi, akomodasi mewah, tiket penerbangan internasional, hingga pembiayaan paket staf pelatih bawaannya.
Faktor non-teknis yang memperkuat rumor ini adalah keberadaan sejumlah pilar utama Macan Kemayoran yang memiliki kedekatan emosional dengannya. Nama-nama besar seperti Rizky Ridho dan Witan Sulaeman merupakan pemain kesayangan sang pelatih saat masih berbaju Merah Putih.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Lolos Semifinal, Nova Arianto Puji Lonjakan Performa Garuda Muda
Kehadiran sosok tegas asal Korea Selatan ini diprediksi mampu memaksimalkan potensi terbaik para pemain muda Jakarta. Kombinasi kedekatan personal dan taktik modern menjadi modal utama untuk mengembalikan kejayaan klub di kancah domestik.
Isu kedatangan sang mentor semakin diperkuat oleh momentum krusial yang dijadwalkan oleh pihak manajemen dalam waktu dekat. Berdasarkan undangan resmi yang beredar di kalangan media, Persija bersiap menggelar konferensi pers besar pada Senin (8/6/2026).
Agenda utama pertemuan tersebut dipastikan menjadi panggung pengenalan nakhoda baru yang akan memimpin tim untuk musim kompetisi mendatang. Publik kini menunggu apakah manajemen Jakarta benar-benar sanggup melunasi mahar fantastis demi kepulangan sang pelatih ke tanah air.
Kursi kepelatihan Persija Jakarta lowong setelah manajemen memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan Mauricio Souza pasca-kompetisi berakhir. Di sisi lain, Shin Tae-yong berstatus tanpa klub sejak didepak oleh PSSI dari jabatan pelatih kepala Timnas Indonesia pada Januari 2025 lalu.
Sebelum merambah Asia Tenggara, pelatih bereputasi dunia ini sempat memimpin Timnas Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018 dengan bayaran sekitar 425.000 euro per tahun. Kembalinya sang pelatih ke panggung Liga Indonesia diprediksi menjadi titik balik persaingan sepak bola nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat