Bola / Bola Dunia
Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:38 WIB
Kapten Timnas Spanyol, Rodri. (Instagram/@rodrihernandezbr)
Baca 10 detik
  • Gelandang Spanyol, Gavi, melakukan tekel keras kepada Rodri saat sesi latihan di Chattanooga, Tennessee, pada 7 Juni 2026.
  • Hasil pemeriksaan medis memastikan Rodri tidak mengalami cedera parah, sehingga agenda latihan tim nasional dapat segera dilanjutkan.
  • Pelatih Luis de la Fuente membela gaya bermain agresif Gavi dan menyatakan bahwa keharmonisan skuad tetap terjaga sepenuhnya.

Suara.com - Persiapan intensif Timnas Spanyol menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 sempat dikejutkan oleh insiden menegangkan di lapangan latihan.

Benturan fisik yang cukup keras melibatkan dua gelandang andalan mereka, Rodri dan Gavi yang sempat membuat pemain Manchester City itu terkapar menahan sakit di atas lapangan.

Kejadian yang terekam kamera tersebut memperlihatkan tekel agresif dari Gavi yang mendarat tepat di bagian engkel Rodri pada sesi latihan hari Minggu (7/6/2026) waktu setempat di Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat.

Sontak, kejadian ini memicu kecemasan besar mengingat vitalnya gelandang Manchester City tersebut bagi ambisi La Furia Roja.

Kecemasan sempat menyelimuti jajaran pelatih dan para pendukung setia karena cedera serius pilar utama sesaat sebelum turnamen dimulai akan menjadi kerugian yang sangat masif bagi tim nasional.

Beruntung, hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa benturan keras tersebut tidak berujung pada cedera parah.

Menyadari dampak buruk dari aksi tekelnya, Gavi dilaporkan langsung menyampaikan permintaan maaf secara jantan dan agenda latihan tim nasional dapat segera dilanjutkan kembali.

Gavi menginjak kaki Rodri dalam sesi latihan Timnas Spanyol. (Dok. Vietnam.vn)

Melalui sesi wawancara eksklusif bersama media Spanyol, El Larguero tidak lama setelah insiden tersebut mereda, Rodri membeberkan klarifikasi resminya terkait kejadian tersebut.

Bintang Manchester City ini menegaskan bahwa dirinya tidak memendam rasa benci, melainkan melihat aksi tersebut murni sebagai cerminan daya juang tinggi sang junior.

Baca Juga: Profil Hwang In-beom, Pahlawan Kemenangan Korea Selatan Atas Ceko di Piala Dunia 2026

“Ya, dia benar-benar membuatku kesulitan. Kita semua tahu Gavi agak temperamental. Dia tidak menahan diri,” ujar Rodri dikutip dari Barca Universal.

Ia juga mengungkapkan bahwa tim kepelatihan dan pemain senior lainnya telah mencoba memberikan nasihat kepada Gavi untuk bisa lebih mengontrol emosinya saat menjalani sesi internal tim.

“Itulah salah satu hal yang kami sukai dari kepribadiannya, meskipun kami mencoba memberitahunya bahwa sesi latihan berbeda dengan pertandingan," jelas Rodri.

“Saya tidak menyadari bahwa saya sedang difilmkan, tetapi jujur saja, saya benar-benar kecewa,” imbuhnya.

Di tengah banjir kritik dari berbagai pihak yang mengecam tindakan Gavi sebagai aksi sembrono menjelang turnamen akbar, pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente justru pasang badan membela sang pemain muda.

Dalam sesi konferensi pers pasca latihan, De la Fuente berupaya mendinginkan suasana dan menegaskan keharmonisan skuadnya tetap terjaga sepenuhnya.

“Ini sepak bola, ini latihan. Para pemain memberikan yang terbaik dan tidak ada yang perlu meminta maaf,” kata De la Fuente.

Lebih lanjut, ia menegaskan dukungannya terhadap karakter bermain Gavi yang agresif, selama sang pemain mampu membatasi tempo permainannya saat sesi latihan internal.

“Semuanya baik-baik saja. Gavi memiliki energi dan semangat. Dia harus mengatur tempo, tetapi saya menginginkan Gavi yang seperti ini,” tukasnya.

Load More