- UniLeague 2026 menghadirkan booth kesehatan mental di Stadion UMJ, Tangerang Selatan, untuk mengampanyekan perdamaian bagi para suporter.
- Tokoh penting seperti perwakilan PBB dan Kemenlu RI turut mendukung kampanye kesehatan mental melalui aktivasi di stadion tersebut.
- Kompetisi sepak bola mahasiswa ini berlangsung sejak April hingga Agustus 2026 dengan format kompetitif di berbagai perguruan tinggi.
Suara.com - Liga Universitas (UniLeague) 2026 menghadirkan sesuatu yang baru di tengah panasnya atmosfer pertandingan Regional Jakarta antara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) vs Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Stadion UMJ, Tangerang Selatan.
Pasalnya, ada booth Mind Corner yang disiapkan secara khusus di sekitar stadion. Mind Corner hadir bukan sekadar booth, tapi ruang aman bagi para suporter dan peserta untuk lebih sadar akan kesehatan mental. Di sini, setiap emosi punya tempat.
Di booth tersebut, para suporter diajak jujur pada perasaannya hari itu lewat aktivasi Mood Check Board. Apakah mereka datang dengan energi penuh, rasa bahagia, perasaan netral, atau bahkan kecemasan—semuanya valid, semuanya penting untuk diakui.
Tak hanya itu, ada juga aktivasi Peace Pledge Wall, yang mana mereka menuliskan komitmen sederhana. Janji untuk lebih peduli, lebih suportif, dan menciptakan lingkungan yang lebih damai, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Karena di balik setiap pertandingan, ada manusia dengan perasaan yang perlu didengar. Dan di UniLeague 2026, memang terus dikampanyekan pentingnya kesehatan mental lewat slogan #Football4MentalHealth dan perdamaian dengan tagar Play For Peace.
Bukan hanya para peserta dan suporter, booth ini juga mencuri perhatian dari para tamu yang hadir dalam pertandingan UMJ vs UKI. Di antaranya Gita Sabharwal selaku Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Heru Hartanto yang merupakan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Kamapradipta Isnomo yang menjabat Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pembangunan Manusia Kemenlu RI, hingga Ratu Tisha Destria yang dikenal sebagai praktisi sepak bola. Mereka pun ikut mencoba aktivasi Peace Pledge Wall.
Para tamu tersebut menyambut positif adanya kegiatan kampanye #Football4MentalHealth dan Play For Peace di UniLeague.
Heru Hartanto menuturkan kesannya menyaksikan secara real bagaimana peluang untuk menciptakan kesehatan mental melalui sepak bola di UniLeague.
“Sepak bola merupakan bahasa universal, di mana pertandingan menunjukkan sportivitas dan penghormatan kepada pemain yang lainnya. Di tribun kita juga melihat ada koneksi antara penonton suporter maupun seluruh pihak yang terlibat dan di sini semua mengembangkan satu misi bersama bahwa perdamaian ini membawa pesan universal untuk semua kalangan. Saya juga melihat secara real, opportunity mereka untuk mengembangkan kesehatan mental sebagai bagian dari permainan,” ucap Heru Hartanto.
Baca Juga: PSSI Minta Fans Masih Percaya dengan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
Sementara itu, Ratu Tisha juga mengungkapkan platform UniLeague juga merupakan ajang riset ilmiah. Bahkan, beberapa mahasiswa ada yang menggunakan UniLeague untuk bahan riset disertasi, baik di level Master maupun PhD (Doctor of Philosophy). Untuk kemudian dipresentasikan di jurnal mereka saat National Conference of Football Science pada September 2026.
“Jadi ajang UniLeague ini tidak hanya ada di lapangan, tapi nanti kita take it to the next level research dan teknologi,” kata Tisha dalal rilis yang diterima, Jumat (12/6/2026).
Dia pun memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa dan pelatih yang berkiprah di UniLeague.
“Untuk para coaches, karena ini adalah berupa liga, gunakan kesempatan ini semaksimal mungkin untuk menerapkan apa yang kita impikan di dalam teknikal sepak bola yaitu bermain, istirahat, evaluasi, latihan, bermain lagi. Terus berulang sampai dengan nanti liganya selesai. Karena konsistensi dan repetisi yang berarti dari sebuah kedisiplinan dalam olahraga dimulai dari lingkungan Universitas ini,” jelas Tisha.
UniLeague juga mendapatkan dukungan dari Kemenpora RI. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyambut positif adanya UniLeague yang bisa menjadi ruang tumbuh bagi pemuda.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mengadakan kompetisi sepak bola mahasiswa nasional, UniLeague 2026. Kompetisi ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia. Melalui semangat Play For Peace #Football4MentalHealth, kita diingatkan bahwa olahraga dapat menjadi medium untuk membangun empati, memperkuat karakter serta saling menguatkan di tengah dinamika kehidupan,” kata Erick Thohir, dalam video sambutannya saat Kick-Off UniLeague 2026 dilakukan di Jakarta, April lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
-
Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?
-
KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Tega! Penjaga Sekolah di Bintan Peras 10 Siswa SD, Uangnya Dipakai Buat Judi Online