- Pelatih Ronald Koeman menyiapkan strategi khusus bagi timnas Belanda untuk menghadapi Jepang dalam laga pembuka Piala Dunia 2026.
- Belanda akan memanfaatkan celah pada lini belakang Jepang yang muncul saat mereka menerapkan tekanan tinggi dan gaya bermain agresif.
- Koeman menegaskan timnya telah melakukan persiapan matang untuk meraih hasil positif guna menentukan langkah awal di turnamen tersebut.
Suara.com - Pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman, mengungkap gambaran taktik jelang laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Jepang.
Koeman menilai lawan memiliki kekuatan ofensif yang berbahaya, namun tetap menyimpan celah yang bisa dimanfaatkan.
Koeman memastikan timnya sudah melakukan persiapan matang menghadapi pertandingan tersebut.
“Perasaan kami, tim sudah siap. Kami tahu apa yang akan dihadapi. Itu tim yang kuat, tapi kami juga,” ujarnya dilansir dari Voetbalzone.
Menurut Koeman, Jepang dikenal sebagai tim yang bermain agresif dan menerapkan tekanan tinggi.
Gaya bermain itu membuat mereka tampil dinamis, tetapi juga berisiko meninggalkan ruang di lini belakang.
“Mereka bermain ofensif dan menekan tinggi. Tapi dari yang kami lihat, ada momen transisi di mana mereka bisa memberikan ruang. Di situlah kami harus bisa memanfaatkannya,” kata Koeman.
Eks Barcelona itu menegaskan bahwa Belanda tidak merasa takut, namun tetap menghormati kekuatan lawan.
Fokus utama tim adalah memaksimalkan peluang dari kelemahan yang muncul saat Jepang kehilangan keseimbangan.
Baca Juga: Horor di Kansas: Timnas Inggris Dipaksa Mengungsi Saat Badai Tornado Datang
Koeman juga menolak anggapan bahwa Jepang pasti menjadi lawan terberat di grup.
Koeman menyebut persaingan masih terbuka dan kejutan bisa datang dari tim lain.
“Mungkin di atas kertas iya, tapi kita bisa saja dikejutkan. Semua tergantung bagaimana kami memulai pertandingan,” ucapnya.
Laga ini akan menjadi penentu awal langkah Belanda di turnamen.
Dengan pendekatan taktis yang sudah disiapkan, Koeman berharap timnya mampu membuka Piala Dunia 2026 dengan hasil positif.
Berita Terkait
-
Horor di Kansas: Timnas Inggris Dipaksa Mengungsi Saat Badai Tornado Datang
-
Prediksi Susunan Pemain Belanda vs Jepang: Koeman Pilih Summerville, Depay Cadangan
-
Jadi Asisten Ancelotti Saat Brasil Lawan Maroko, Neymar Bakal Main Lawan Haiti?
-
Jerman vs Curacao: Der Panzer Minim Bintang, Harapan Bertumpu pada Generasi Baru
-
Intip Gaya Sporty Chic ala Karina dan Winter aespa Nonton Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Here We Go! Bukan Arne Slot, AC Milan Pilih Pecatan Manchester United sebagai Pelatih Baru
-
Horor di Kansas: Timnas Inggris Dipaksa Mengungsi Saat Badai Tornado Datang
-
Neuer Comeback, Musiala Jadi Kunci: Nagelsmann Bocorkan Starter Jerman Lawan Curacao
-
Prediksi Susunan Pemain Belanda vs Jepang: Koeman Pilih Summerville, Depay Cadangan
-
Jadi Asisten Ancelotti Saat Brasil Lawan Maroko, Neymar Bakal Main Lawan Haiti?
-
Jerman vs Curacao: Der Panzer Minim Bintang, Harapan Bertumpu pada Generasi Baru
-
Sisi Gelap Philadelphia Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Banyak Zombie Berkeliaran
-
Piala Dunia 2026 Tidak Aman? Viral Foto Sniper Mengintai dari Ketinggian
-
Kontroversi Penalti Qatar vs Swiss: VAR Bermasalah, FIFA Buka Suara
-
Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026