- Arab Saudi akan menghadapi Uruguay pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami.
- Pelatih Georgios Donis memimpin Arab Saudi dengan filosofi menyerang untuk menantang skuad Uruguay yang bertabur pemain bintang.
- Uruguay datang dengan tekanan intensitas tinggi meski tengah menghadapi kendala cedera pemain kunci menjelang pertandingan perdana tersebut.
Suara.com - Pertandingan pembuka Grup H Piala Dunia 2026 antara Arab Saudi dan Uruguay di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, memicu tanda tanya besar: apakah kejutan bersejarah empat tahun silam bisa terulang?
Timnas Arab Saudi yang kini berada di bawah komando pelatih baru Georgios Donis bakal langsung diuji oleh kekuatan raksasa Amerika Selatan, Timnas Uruguay, pada Selasa (16/6) dini hari WIB.
Meski Uruguay lebih diunggulkan, ingatan publik sepak bola dunia masih tertuju pada momen saat skuad The Green Falcons menjungkirbalikkan prediksi dengan mengalahkan Argentina di edisi Piala Dunia sebelumnya.
Era Baru di Bawah Komando Georgios Donis
Nyaris empat tahun lalu di Lusail, Qatar, Arab Saudi berhasil membuat guncangan besar dengan menumbangkan Argentina-nya Lionel Messi lewat skor tipis 2-1.
Namun, pencapaian luar biasa itu kini hanya menjadi lembaran sejarah karena tim asal Timur Tengah tersebut tidak ingin terbuai dengan kenangan masa lalu.
Apalagi, sosok Herve Renard yang menjadi otak di balik kemenangan fenomenal tersebut sudah tidak lagi menduduki kursi kepelatihan.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi telah menunjuk Georgios Donis, juru taktik asal Yunani yang baru bertugas memimpin tim sekitar tujuh pekan terakhir.
Meski masa persiapannya sangat singkat, pelatih asal Yunani tersebut mengaku sangat terkesan dengan tingkat adaptasi para pemainnya.
Baca Juga: Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
"Para pemain dapat cepat beradaptasi dengan filosofi yang saya bawa," ujar Georgios Donis.
Donis menegaskan bahwa ia ingin anak asuhnya tampil dengan identitas permainan yang jelas dan berani saat memegang bola.
Donis juga menuntut disiplin bertahan yang tinggi serta keberanian untuk melakukan tekanan aktif kepada lawan.
Ia menjanjikan timnya tidak akan tampil pasif meski secara kualitas individu Uruguay dianggap memiliki keunggulan yang jauh lebih mentereng.
Badai Cedera dan Tekanan Tinggi Uruguay
Di sisi lain, Uruguay datang ke Amerika Utara dengan reputasi besar sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Berita Terkait
-
Virgil van Dijk Jadi Sorotan usai Jepang Bikin Timnas Belanda Gagal Menang
-
Pakai Cara Tak Biasa, Instruksi Taktik Hajime Moriyasu di Laga Belanda Vs Jepang Viral
-
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
-
FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
-
Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP