- Pelatih Hajime Moriyasu menggunakan metode papan tulis berisi angka untuk instruksi taktis pada laga Piala Dunia 2026.
- Strategi unik ini diterapkan untuk mengatasi kendala suara riuh di stadion agar pemain memahami instruksi taktis dengan jelas.
- Jepang menahan imbang Belanda 2-2 sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam sepuluh laga terakhir melawan tim nasional Eropa.
Suara.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan drama persaingan sengit di atas lapangan hijau, melainkan juga melahirkan tren unik dari pinggir lapangan yang terjadi dalam laga Belanda vs Jepang.
Juru taktik Timnas Jepang, Hajime Moriyasu secara tak terduga menjadi perbincangan hangat sekaligus sensasi di media sosial berkat metode kepelatihannya yang sangat tidak biasa.
Alih-alih berteriak lantang untuk memberikan instruksi kepada anak asuhnya, pelatih berusia 57 tahun tersebut beserta jajaran asistennya tertangkap kamera memegang papan tulis berukuran besar yang ditulisi angka-angka mencolok seperti 3, 4, atau 45.
Saluran televisi asal Argentina, TyC Sports mengunggah cuplikan video unik tersebut yang seketika ditonton lebih dari tiga juta kali di X dan melabelinya sebagai 'Metode Moriyasu'.
Kemunculan angka-angka misterius di pinggir lapangan tersebut langsung memicu gelombang rasa penasaran dan spekulasi liar dari para penggemar sepak bola global.
Banyak pihak meyakini bahwa papan tulis angka tersebut merupakan sistem sinyal taktis yang telah dipersiapkan matang oleh tim kepelatihan Samurai Biru selama sesi latihan.
Mengingat atmosfer riuh di dalam stadion-stadion Piala Dunia 2026 yang sering kali memekakkan telinga, instruksi verbal dari area teknis memang menjadi sangat sulit didengar oleh pemain.
Oleh karena itu, penggunaan papan tulis besar dipandang sebagai solusi cerdas agar para pemain di lapangan dapat dengan cepat memahami dan menerapkan penyesuaian taktis yang diinginkan.
Hingga saat ini, baik Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) maupun Hajime Moriyasu sendiri masih bungkam dan belum memberikan penjelasan resmi mengenai makna sesungguhnya di balik angka-angka tersebut.
Baca Juga: Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026
Kendati demikian, hal itu tidak menghentikan antusiasme netizen untuk mencoba memecahkan misteri kode tersebut.
Berbagai spekulasi menyebutkan bahwa deretan angka itu merujuk pada perubahan intensitas pressing, perubahan formasi transisi tim, hingga pola distribusi bola yang telah disepakati sebelumnya.
Di luar keunikan metode taktis tersebut, skuad Samurai Biru juga sukses mencatatkan performa gemilang di lapangan dengan sukses menahan imbang tim kuat Belanda lewat skor ketat 2-2.
Jepang sempat tertinggal terlebih dahulu setelah gawang mereka dibobol oleh sundulan Virgil van Dijk pada menit ke-51, sebelum akhirnya disamakan enam menit berselang lewat aksi Keito Nakamura.
Belanda kembali memimpin berkat gol Crysencio Summerville, namun kemenangan yang sudah berada di depan mata De Oranje harus sirna setelah Daichi Kamada membelokkan sundulan Koki Ogawa untuk memaksa laga berakhir seri.
Hasil imbang dramatis ini sekaligus diiringi dengan catatan sejarah mentereng bagi sepak bola Negeri Matahari Terbit.
Berdasarkan data statistik yang dirilis oleh media Jepang Hochi, hasil seri melawan Belanda ini membuat Jepang sukses memperpanjang rekor luar biasa mereka dengan catatan sepuluh pertandingan beruntun tanpa kekalahan saat berhadapan dengan tim-tim asal Eropa.
Berita Terkait
-
FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
-
Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya
-
Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
-
Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya
-
Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
-
Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026
-
Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi