- Thomas Tuchel resmi melatih Timnas Inggris sejak September 2024 dengan ambisi besar memenangkan gelar juara Piala Dunia 2026.
- Tuchel menerapkan standar profesionalisme elit dan taktik canggih di kamp latihan Kansas City untuk menghadapi laga pembuka.
- Skuad Inggris menyambut positif gaya kepemimpinan hangat dan taktis Tuchel menjelang pertandingan melawan Kroasia di kota Dallas.
Gaya Kepemimpinan yang Hangat dan Taktis
Tuchel sering kali menikmati segelas kecil Guinness atau anggur, meski sebenarnya ia bukan seorang peminum berat yang menyukai keramaian berlebih.
Di luar kesederhanaan itu, pria berusia 52 tahun tersebut sangat tertarik mendiskusikan bagaimana para pemimpin di industri lain menjalankan tim mereka.
Ia sangat mengagumi karya penulis Simon Sinek, terutama mengenai pentingnya memiliki kejelasan tujuan dalam setiap langkah yang diambil.
Kejelasan tujuan inilah yang ia tanamkan kepada para pemainnya, di mana gelar juara Piala Dunia 2026 adalah satu-satunya hal yang ia lihat saat ini.
Dalam pandangan para pemain, Tuchel adalah sosok yang menyenangkan dan sering bercanda untuk mencairkan suasana di tengah tekanan besar.
Sentuhan Personal Thomas Tuchel
Kata yang paling sering digunakan untuk menggambarkan Tuchel adalah "taktil", karena ia sangat hangat dan sering memeluk para pemainnya secara spontan.
Ia bahkan tetap menjaga komunikasi dengan para pemain yang sedang berada di luar skuad dengan mengirimkan pesan penyemangat saat mereka tidak bermain di klub.
Baca Juga: Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
"Lingkungan elit yang seharusnya kita rasakan," ujar salah satu pemain mengenai standar yang dibawa oleh Thomas Tuchel dikutip dari Independent.
Sikap ini dilengkapi dengan kemampuannya untuk mengatakan secara jujur apa yang ia rasakan kepada pemain tanpa melalui perantara mana pun.
Tuchel memiliki pendekatan yang berbeda terhadap Harry Kane karena ia tahu sang striker sangat haus akan gelar juara setelah perjalanan panjang kariernya.
Keajaiban Italia '90 dan Ambisi Besar
Ketertarikan Tuchel terhadap turnamen internasional sebenarnya sudah muncul sejak ia menyaksikan keajaiban Piala Dunia Italia 1990 saat dirinya masih remaja.
Saat memimpin Inggris menang 5-0 atas Serbia di Beograd, ia terlihat membawa buku tentang kisah Italia '90 dan mengaku menonton turnamen itu seperti orang gila.
"Ini adalah sesuatu yang magis," kata Thomas Tuchel mengenang memori masa mudanya saat berpura-pura menjadi pemain Inggris, Chris Waddle, di taman rumahnya.
Kini, energi yang ia rasakan di stadion-stadion besar Amerika Serikat membuat Tuchel merasa hidup kembali dan siap memberikan segalanya untuk pendukung Inggris.
Laga melawan Kroasia di Dallas akan menjadi ujian sesungguhnya apakah antusiasme besar ini bisa berubah menjadi prestasi nyata di lapangan hijau.
Latar Belakang Penunjukan Thomas Tuchel
Thomas Tuchel resmi ditunjuk oleh FA pada September 2024 untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Gareth Southgate pasca-Euro 2024.
Penunjukan pelatih asing ketiga dalam sejarah Timnas Inggris ini sempat memicu perdebatan mengenai identitas sepak bola nasional di kalangan penggemar tradisional.
Namun, rekam jejak sukses Tuchel bersama Chelsea di Liga Inggris menjadi alasan kuat mengapa FA mempercayakan misi juara Piala Dunia 2026 kepadanya.
Kini, dengan skuad bertabur bintang, Inggris diharapkan mampu memutus dahaga gelar juara dunia yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1966 silam.
Berita Terkait
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular