-
Timnas Spanyol fokus memulihkan mentalitas dan strategi di Chattanooga usai hasil imbang mengejutkan.
-
Mikel Merino mengklarifikasi metafora duka sebagai cerminan kekecewaan mendalam akibat kegagalan meraih kemenangan.
-
Skuad La Roja menjadikan perjalanan juara Argentina dan Spanyol 2010 sebagai inspirasi kebangkitan.
"Seperti juara dunia terakhir, yang memulai dengan kalah dari Arab Saudi pada tahun 2022 dan berakhir dengan memenangkannya... Ini masih awal, kami memiliki ruang untuk perbaikan."
Ia juga mengingatkan publik pada generasi emas Spanyol tahun 2010 yang takluk dari Swiss di laga pembuka.
Kritik tajam yang melanda saat itu justru menjadi bahan bakar utama bagi Xavi Hernandez dan kolega untuk bangkit meraih trofi.
"Generasi emas 2010 itu kalah di pertandingan pertama, melewati momen-momen sulit, dan mereka mendapat banyak kritik," tambah Merino penuh semangat.
"Kemudian mereka membalikkan keadaan. Mereka adalah contoh yang baik untuk diikuti, mereka bisa menjadi inspirasi."
Kini, tantangan terbesar Spanyol adalah menjaga fokus pikiran di tengah jeda pertandingan yang cukup panjang.
Waktu yang ada juga dimanfaatkan untuk memulihkan kebugaran penuh para pilar muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams.
"Setelah Anda tidak menang, hal pertama yang ingin Anda lakukan adalah bermain lagi, untuk menghilangkan rasa tidak enak di mulut Anda," jelas Merino mengenai kondisi psikologis tim.
"Kami memiliki banyak waktu untuk memikirkannya sekarang, jadi ini adalah tantangan mental."
Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026: Marc Klok Dukung 3 Negara Ini Selain Belanda
Kehadiran para pemain muda juga disebut memberikan atmosfer positif yang menjaga ruang ganti tetap ceria.
Kombinasi antara energi anak muda dan ketenangan para senior menjadi modal utama Spanyol untuk melangkah lebih jauh.
"Lamine terlihat baik-baik saja, saya baru saja bersamanya dan dia bercanda seperti biasa. Dia tidak kehilangan energi yang menjadi cirinya," pungkas Merino.
"Para [pemain muda] memberi kami energi itu, percikan itu, dan kami [para veteran] memberi mereka ketenangan yang terkadang Anda butuhkan. Itulah yang saya sukai dari skuad ini, skuad ini sangat seimbang."
Sebagai informasi latar belakang, Spanyol datang ke turnamen ini dengan status salah satu tim favorit juara.
Namun, penampilan gemilang kiper Vozinha yang menjadi MVP laga berhasil meredam agresivitas lini serang Spanyol dalam matchday pertama Grup H di Atlanta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur