Bola / Bola Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:13 WIB
Gelandang Spanyol Mikel Merino merayakan gol kedua timnya pada pertandingan sepak bola perempat final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Jerman di Stuttgart Arena di Stuttgart pada 5 Juli 2024. Tobias SCHWARZ / AFP
Baca 10 detik
  • Timnas Spanyol fokus memulihkan mentalitas dan strategi di Chattanooga usai hasil imbang mengejutkan.

  • Mikel Merino mengklarifikasi metafora duka sebagai cerminan kekecewaan mendalam akibat kegagalan meraih kemenangan.

  • Skuad La Roja menjadikan perjalanan juara Argentina dan Spanyol 2010 sebagai inspirasi kebangkitan.

"Seperti juara dunia terakhir, yang memulai dengan kalah dari Arab Saudi pada tahun 2022 dan berakhir dengan memenangkannya... Ini masih awal, kami memiliki ruang untuk perbaikan."

Ia juga mengingatkan publik pada generasi emas Spanyol tahun 2010 yang takluk dari Swiss di laga pembuka.

Kritik tajam yang melanda saat itu justru menjadi bahan bakar utama bagi Xavi Hernandez dan kolega untuk bangkit meraih trofi.

"Generasi emas 2010 itu kalah di pertandingan pertama, melewati momen-momen sulit, dan mereka mendapat banyak kritik," tambah Merino penuh semangat.

"Kemudian mereka membalikkan keadaan. Mereka adalah contoh yang baik untuk diikuti, mereka bisa menjadi inspirasi."

Kini, tantangan terbesar Spanyol adalah menjaga fokus pikiran di tengah jeda pertandingan yang cukup panjang.

Waktu yang ada juga dimanfaatkan untuk memulihkan kebugaran penuh para pilar muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams.

"Setelah Anda tidak menang, hal pertama yang ingin Anda lakukan adalah bermain lagi, untuk menghilangkan rasa tidak enak di mulut Anda," jelas Merino mengenai kondisi psikologis tim.

"Kami memiliki banyak waktu untuk memikirkannya sekarang, jadi ini adalah tantangan mental."

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026: Marc Klok Dukung 3 Negara Ini Selain Belanda

Kehadiran para pemain muda juga disebut memberikan atmosfer positif yang menjaga ruang ganti tetap ceria.

Kombinasi antara energi anak muda dan ketenangan para senior menjadi modal utama Spanyol untuk melangkah lebih jauh.

"Lamine terlihat baik-baik saja, saya baru saja bersamanya dan dia bercanda seperti biasa. Dia tidak kehilangan energi yang menjadi cirinya," pungkas Merino.

"Para [pemain muda] memberi kami energi itu, percikan itu, dan kami [para veteran] memberi mereka ketenangan yang terkadang Anda butuhkan. Itulah yang saya sukai dari skuad ini, skuad ini sangat seimbang."

Sebagai informasi latar belakang, Spanyol datang ke turnamen ini dengan status salah satu tim favorit juara.

Namun, penampilan gemilang kiper Vozinha yang menjadi MVP laga berhasil meredam agresivitas lini serang Spanyol dalam matchday pertama Grup H di Atlanta.

Load More