Bola / BolaTaiment
Rabu, 17 Juni 2026 | 17:17 WIB
Penggunaan pesawat oleh Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memicu sorotan setelah terungkap riwayat operasionalnya. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Timnas Inggris menggunakan pesawat carteran dari Global Crossing Airlines untuk operasional selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
  • Pesawat tersebut pernah digunakan untuk membawa migran menuju penjara kontroversial Cecot di El Salvador pada Maret 2025.
  • Federasi Sepak Bola Inggris belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan penggunaan pesawat yang terkait kebijakan deportasi tersebut.

Suara.com - Penggunaan pesawat oleh Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memicu sorotan setelah terungkap riwayat operasionalnya.

Media Inggris melaporkan, pesawat yang digunakan skuad The Three Lions pernah dipakai dalam operasi deportasi migran ke El Salvador.

Menurut laporan The Independent, pesawat charter tersebut dioperasikan oleh Global Crossing Airlines.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat yang sama sebelumnya digunakan dalam penerbangan deportasi dari Texas ke penjara Cecot di El Salvador pada Maret 2025.

Penjara Cecot dikenal luas karena kontroversinya, termasuk tuduhan kepadatan berlebih dan kondisi penahanan yang keras.

Legenda Inggris, Alan Shearer, menilai Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang jauh lebih berat dibanding edisi-edisi sebelumnya. [Istimewa]

Fasilitas ini merupakan bagian dari kebijakan keamanan Presiden Nayib Bukele yang menuai kritik dari berbagai pihak internasional.

Isu ini semakin sensitif karena operasi deportasi tersebut dikaitkan dengan kebijakan imigrasi era Donald Trump.

Dalam unggahan sebelumnya, Trump bahkan menyebut para migran sebagai “monster yang dikirim ke negara kami,” memicu kecaman luas.

Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa Federasi Sepak Bola Inggris mengetahui latar belakang pesawat tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Sebenarnya Thomas Partey Gagal Bela Ghana di Piala Dunia 2026

Hingga kini, pihak federasi belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Global Crossing Airlines sendiri dikenal sebagai penyedia layanan penerbangan charter bagi berbagai klien, mulai dari tim olahraga hingga lembaga pemerintah.

Load More