- Mia Khalifa mengkritik kebijakan visa Amerika Serikat yang menghambat ibu kiper Tanjung Verde menonton Piala Dunia 2026.
- Keluarga pemain Vozinha kesulitan hadir di stadion karena terkendala proses administrasi visa yang dianggap kurang efisien.
- Pemerintah Amerika Serikat kini membantu melengkapi dokumen agar keluarga pemain dapat segera menyaksikan pertandingan di Miami.
Suara.com - Mantan bintang film dewasa Mia Khalifa melontarkan kritik terhadap kebijakan visa Amerika Serikat.
Hal itu setelah ibu kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, dilaporkan mengalami kesulitan untuk menghadiri pertandingan putranya di ajang Piala Dunia 2026.
Melansir Dailymail, Rabu (17/6/2026), Khalifa menilai permasalahan visa yang dialami keluarga pemain tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat sebenarnya memiliki kemampuan untuk mempercepat proses administrasi jika dianggap perlu.
Komentar tersebut muncul setelah kisah kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, menjadi sorotan publik.
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu mendapat perhatian luas usai tampil gemilang membantu timnya meraih hasil mengejutkan saat menghadapi Spanyol di fase grup Piala Dunia.
Keberhasilan Tanjung Verde mencuri poin dari salah satu unggulan turnamen memicu perayaan besar di negara kepulauan Afrika Barat tersebut.
Tanjung Verde sendiri tercatat sebagai salah satu negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Di tengah euforia tersebut, Vozinha mengungkapkan bahwa ibunya, Ana Candida Evora, belum dapat menyaksikan langsung aksinya karena terkendala proses pengurusan visa untuk masuk ke Amerika Serikat.
Kasus tersebut menambah daftar persoalan visa yang menjadi perhatian selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sejumlah pendukung dan ofisial dari berbagai negara sebelumnya juga dilaporkan mengalami kendala serupa, mulai dari keterlambatan penerbitan visa hingga penolakan masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Baca Juga: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal
Melalui akun media sosial X, Khalifa menyebut situasi yang dialami keluarga Vozinha sebagai bukti bahwa otoritas Amerika Serikat dapat melakukan intervensi ketika diperlukan. Ia juga mengkritik kebijakan visa yang menurutnya membebani peserta dari negara-negara berkembang.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan tengah berkoordinasi dengan otoritas Tanjung Verde terkait situasi yang dialami ibu sang pemain.
Dalam keterangannya, departemen tersebut menyebut tidak menemukan catatan bahwa Ana Candida Evora sebelumnya telah mengajukan permohonan visa. Namun, pemerintah AS memastikan sedang membantu penyelesaian proses administrasi yang diperlukan.
Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan bahwa keluarga para pemain yang berlaga di Piala Dunia berhak memperoleh pengecualian dari kebijakan jaminan visa yang diberlakukan kepada sejumlah negara peserta.
Pihak berwenang menyatakan telah menghubungi keluarga para pemain yang terdampak untuk membantu proses pengurusan visa agar mereka dapat menghadiri pertandingan anggota keluarganya selama turnamen berlangsung.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, kendala utama yang dihadapi ibu Vozinha diduga berkaitan dengan dokumen perjalanan yang belum lengkap. Saat ini, proses pengurusan paspor dan dokumen pendukung lainnya disebut masih berlangsung.
Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi tepat waktu, Ana Candida Evora berpeluang menyaksikan langsung putranya saat Tanjung Verde menghadapi Uruguay pada pertandingan berikutnya di Miami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Gila! Fans Timnas Inggris 'Sapu Bersih' 5.000 Bir di Texas, Polisi Tutup Paksa Pub
-
PSSI Nilai Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Kejar Target 50 Besar FIFA
-
Lolos dari Tekel Horor Tanpa Kartu Merah, Bukti FIFA Pilih Kasih ke Lionel Messi?
-
Terlanjur Cinta, Arema FC Pilih 'Bajak' Hansamu Yama dari Persija Jakarta
-
Roy Keane di Balik Layar: Keluarga Tertutup dan Menantu Kontroversial
-
Zlatko Dalic Kirim Psywar ke Inggris: Kroasia Tak Akan Main Bertahan
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Resmi Jadi Pemain Persebaya, Ramadhan Sananta: Halo Rek, Aku Wis Ijo!
-
Ogah Rugi, Real Madrid Tak Lepas Dani Ceballos Gratisan ke Betis
-
Jurnalis Belanda Bongkar Sisi Lain Timnas Indonesia Kerap Ditunggangi Politik