- Timnas Inggris sukses mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di Dallas Stadium dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026.
- Harry Kane mencetak dua gol yang menyamai rekor legenda Inggris, Gary Lineker, sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia.
- Kemenangan ini mengakhiri catatan buruk 24 tahun Inggris saat melawan tim peringkat 15 besar dunia di ajang Piala Dunia.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa skuad racikan Thomas Tuchel kini memiliki mentalitas yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan laga besar.
Menariknya, pertandingan ini juga menjadi laga kedelapan dalam sejarah Piala Dunia yang menghasilkan masing-masing dua gol dari kedua tim sebelum jeda.
3. Jude Bellingham Kembali Cetak Sejarah
Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik dunia.
Gelandang Real Madrid itu mencetak gol penting hanya 85 detik setelah babak kedua dimulai untuk membawa Inggris kembali unggul.
Bellingham kini tercatat sebagai pemain Eropa termuda yang tampil di empat turnamen besar sepak bola pria berbeda.
Sebelum genap berusia 23 tahun, ia telah mengoleksi 16 penampilan di turnamen mayor, jumlah terbanyak untuk pemain Eropa seusianya.
Empat dari tujuh gol yang telah ia cetak bersama Timnas Inggris juga lahir di panggung besar seperti Piala Dunia dan Euro.
Tak hanya tajam, Bellingham juga menjadi pemain Inggris dengan jumlah tekel sukses terbanyak dalam laga tersebut, yakni tiga kali.
Baca Juga: Ronaldo Melempem dan Portugal Loyo, Thierry Henry Sebut Terlalu Egois
4. Marcus Rashford Buktikan Peran Super Sub
Keputusan Thomas Tuchel memasukkan Marcus Rashford pada babak kedua terbukti tepat.
Penyerang Manchester United itu mencetak gol penutup pada menit ke-85 untuk memastikan kemenangan Inggris.
Rashford kini telah mengoleksi empat gol sebagai pemain pengganti bersama Timnas Inggris.
Hanya Jermain Defoe (tujuh gol), serta Harry Kane dan Peter Crouch (masing-masing lima gol), yang memiliki catatan lebih baik dari bangku cadangan.
Fakta tersebut menunjukkan betapa kuatnya kedalaman skuad Inggris dalam menghadapi jadwal padat sepanjang turnamen.
Kolaborasi Rashford dan Bukayo Saka dalam proses gol keempat juga memperlihatkan kualitas para pemain pelapis Tiga Singa.
5. Dominasi Total Lewat Statistik xG
Secara statistik, Inggris tampil jauh lebih dominan dibandingkan Kroasia.
Tiga Singa melepaskan 22 tembakan, sementara Kroasia hanya mampu mencatatkan 10 percobaan.
Dominasi tersebut tercermin dalam nilai Expected Goals (xG) yang mencapai 2,8, berbanding hanya 0,71 milik skuad Zlatko Dalic.
Meski sempat kesulitan pada babak pertama, efektivitas serangan Inggris meningkat drastis setelah jeda.
Kroasia bahkan beruntung memiliki Dominik Livakovic yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Nico O'Reilly dan Anthony Gordon.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inggris untuk menghadapi laga berikutnya sekaligus membuka peluang lolos lebih cepat ke fase gugur.
Inggris Tampil Lebih Berani di Era Thomas Tuchel
Pertemuan Inggris melawan Kroasia di Piala Dunia 2026 menjadi ulangan semifinal edisi 2018 yang kala itu dimenangkan Kroasia.
Namun kali ini, Inggris tampil dengan identitas permainan yang lebih agresif dan berani mengambil risiko di bawah arahan Thomas Tuchel.
Laga tersebut juga menjadi panggung bersejarah bagi Luka Modric yang mencatatkan penampilan ke-10 di turnamen besar internasional, sebuah pencapaian yang hanya kalah dari Cristiano Ronaldo.
Dengan kemenangan ini, Inggris memimpin klasemen Grup L dan berada di posisi ideal untuk melangkah ke babak gugur.
Berita Terkait
-
Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026, Batas Cristiano, dan Mitos Maradona
-
Analisis Kemenangan Inggris: Bagaimana Strategi Risiko Tinggi Tuchel Bungkam Kroasia
-
Pelatih Portugal Tolak Salahkan Cristiano Ronaldo Saat Ditahan Imbang RD Kongo
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie Dinialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali