Bola / Bola Dunia
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:55 WIB
Teknik penalti 'stutter-step' Harry Kane saat Inggris mengalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026 memicu kontroversi dan desakan agar FIFA mengubah aturan. [@opta]
Baca 10 detik
  • Timnas Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Dallas, Amerika Serikat.
  • Harry Kane memicu kontroversi karena menggunakan teknik penalti stutter-step untuk memancing kiper Kroasia melanggar aturan garis gawang.
  • Kemenangan tersebut membuat Harry Kane menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di ajang Piala Dunia.

Suara.com - Kemenangan 4-2 Timnas Inggris atas Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia 2026 justru memunculkan perdebatan mengenai integritas permainan.

Harry Kane menjadi sorotan bukan hanya karena mencetak gol, melainkan juga karena teknik penalti yang digunakannya dinilai kontroversial dan memicu desakan agar segera dilarang.

Teknik lari terputus-putus atau stutter-step yang dilakukan kapten Inggris itu dianggap sengaja menjebak kiper dan pemain lawan agar melakukan pelanggaran posisi.

Geger Taktik Provokasi di Titik Putih

Kontroversi bermula pada menit ke-12 ketika wasit memberikan penalti kepada Inggris setelah Noni Madueke dilanggar gelandang veteran Kroasia, Luka Modric.

Eksekusi pertama Harry Kane sebenarnya berhasil ditepis kiper Kroasia, Dominik Livakovic.

Namun, tayangan ulang menunjukkan Livakovic telah bergerak meninggalkan garis gawang lebih awal sehingga wasit memerintahkan penalti diulang.

Kane tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua dan sukses mencetak gol pembuka bagi Inggris.

Analisis terhadap gerakannya menunjukkan Kane sengaja memperlambat laju sebelum menendang bola untuk memancing reaksi prematur dari sang kiper.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi

Melansir laporan The West, kritik keras langsung datang dari mantan pemain Timnas Ghana, Kevin-Prince Boateng, yang bertugas sebagai analis pertandingan.

"(Itu) harus dilarang," tegas Kevin-Prince Boateng saat memberikan komentar melalui siaran SBS.

Pengakuan Terbuka Harry Kane

Harry Kane mengakui bahwa gerakan tersebut merupakan hasil riset yang ia lakukan terhadap kebiasaan Dominik Livakovic.

"Ketika saya menonton klipnya, saya melihat dia suka bergerak lebih awal, jadi saya tahu ada peluang jika saya melakukan langkah terputus-putus (stutter) dia akan keluar dari garisnya," ungkap Harry Kane kepada BBC Sport.

"Saya 80 persen yakin dia keluar dari garis, saya tidak 100 persen yakin, lalu jelas ketika dilakukan pengulangan saya mengubah tekniknya sedikit," tambah penyerang Bayern Munchen tersebut.

Load More