-
Pelatih Swiss sukses memanfaatkan jeda hidrasi FIFA sebagai momentum perubahan taktik yang mematikan.
-
Johan Manzambi tampil gemilang dengan mencetak dua gol setelah masuk sebagai pemain pengganti.
-
Kemenangan telak atas Bosnia membawa Swiss melesat ke posisi puncak klasemen grup.
Suara.com - Pelatih Timnas Swiss Murat Yakin membuktikan bahwa jeda hidrasi resmi FIFA dapat diubah menjadi senjata taktis yang mematikan di Piala Dunia 2026.
Keputusan jitu memasukkan 3 pemain berkecepatan tinggi saat jeda babak kedua berhasil memecah kebuntuan timnya.
Langkah berani tersebut terbukti ampuh meruntuhkan pertahanan kokoh Bosnia-Herzegovina yang sebelumnya tampil sangat disiplin.
Masuknya darah muda langsung mengubah alur permainan yang semula berjalan ketat tanpa gol.
Kehadiran Johan Manzambi dan Rubén Vargas di lapangan membuat strategi serangan Swiss menjadi jauh lebih eksplosif.
Kedua pemain pengganti tersebut langsung mengacaukan ritme permainan Bosnia yang gagal mengantisipasi perubahan tempo kilat.
Manzambi sukses memecah kebuntuan lewat tendangan voli spektakuler pada menit ke-74 pertandingan.
"Sangat penting bagi kami untuk mengubah beberapa hal setelah jeda hidrasi kedua, karena lawan tidak bisa langsung bereaksi," kata Yakin melalui seorang penerjemah.
"Mungkin itulah keunggulan yang kami miliki. Kami memasukkan pemain-pemain yang sangat cepat, dan lawan kami tidak sanggup mengejar mereka, sehingga terbuka celah di sisi sayap. Itulah strategi saya. Saya sengaja menunggu hingga jeda pertandingan."
Baca Juga: Pelatih Spanyol Kesal Rodri Dikritik: Sangat Menghina Saya, Dia Pemain Terbaik Dunia!
Petaka bagi Bosnia bertambah setelah Tarik Muharemovic diganjar kartu merah akibat melakukan pelanggaran keras.
Unggul jumlah pemain membuat tim asuhan Murat Yakin semakin leluasa menggempur lini pertahanan lawan.
Rubén Vargas turut mencatatkan namanya di papan skor melalui gol terukur pada menit ke-84.
Kerja sama apik kembali membuahkan hasil saat Vargas mengirim umpan matang untuk gol kedua Manzambi.
"Ini mungkin momen terbaik dalam karier saya sejauh ini," kata Manzambi.
"Kami tahu kami tidak memulai pertandingan dengan cara terbaik, tetapi kami harus bersabar. Kami tahu kami tim yang bagus, dan kami telah membukvitannya."
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!