Bola / Bola Dunia
Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:24 WIB
Vozinha jadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, sang ibu sempat gagal hadir karena masalah visa Amerika Serikat. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Kiper Tanjung Verde, Vozinha, meraih predikat pemain terbaik saat menahan imbang Spanyol pada Piala Dunia 2026 di Atlanta.
  • Ibu Vozinha akhirnya mendapatkan visa Amerika Serikat untuk menyaksikan langsung perjuangan anaknya melawan Uruguay di fase grup.
  • Vozinha tetap fokus menjaga performa tim nasional meskipun popularitasnya meningkat pesat setelah penampilan impresif dalam turnamen tersebut.

Suara.com - Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengaku sangat bahagia setelah ibunya akhirnya mendapatkan visa Amerika Serikat dan dapat menyaksikan langsung penampilannya di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, penjaga gawang berusia 40 tahun itu menegaskan fokus utamanya tetap tertuju pada sepak bola dan perjuangan timnya di turnamen terbesar dunia tersebut.

Vozinha menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian pada fase awal Piala Dunia 2026 setelah tampil gemilang saat membantu Tanjung Verde menahan imbang juara Eropa, Timnas Spanyol, dengan skor 0-0 di Atlanta.

Penampilan impresifnya membuat ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Di balik keberhasilannya, Vozinha sempat mengundang simpati publik setelah menangis usai pertandingan.

Vozinha jadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, sang ibu gagal hadir karena masalah visa Amerika Serikat. [Dok. FIFA]

Ia mengungkapkan kesedihannya karena kakek dan nenek yang membesarkannya telah meninggal dunia, sementara sang ibu, Ana Candida Evora, belum bisa hadir langsung untuk menyaksikan aksinya akibat kendala pengurusan visa.

Kisah emosional tersebut kemudian menjadi viral dan menarik perhatian berbagai pihak. Setelah melalui proses administrasi, Ana Candida Evora akhirnya memperoleh izin perjalanan ke Amerika Serikat dan kini dapat memberikan dukungan langsung kepada putranya dari tribun stadion saat Tanjung Verde menghadapi Timnas Uruguay dalam laga lanjutan fase grup.

"Bagi saya, ini sangat penting karena keluarga selalu mendukung saya dalam segala hal. Kehadiran ibu saya di sini adalah sesuatu yang sangat istimewa," kata Vozinha melansir Reuters, Jumat (19/6/2026).

Ia mengungkapkan bahwa ayah dan saudara laki-lakinya juga telah berada di Amerika Serikat untuk memberikan dukungan. Meski demikian, ia mengakui tidak semua anggota keluarga dapat hadir karena berbagai keterbatasan.

Baca Juga: Pelatih Spanyol Kesal Rodri Dikritik: Sangat Menghina Saya, Dia Pemain Terbaik Dunia!

Di luar lapangan, popularitas Vozinha meningkat drastis setelah penampilannya melawan Spanyol. Jumlah pengikut akun media sosialnya melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir, menjadikannya salah satu pemain yang paling banyak diperbincangkan dari negara peserta Piala Dunia tahun ini.

Meski mendadak menjadi sorotan publik, Vozinha berusaha menjaga fokus dan tidak ingin terpengaruh oleh ketenaran yang datang secara tiba-tiba.

"Saya berada di sini untuk tim nasional, untuk sepak bola, dan untuk Piala Dunia. Ini adalah impian masa kecil saya dan sekarang saya sedang menjalaninya. Saya bersyukur atas semua yang terjadi, tetapi saya lebih memilih membicarakan sepak bola," ujarnya.

Kiper yang saat ini berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama klub Portugal berakhir itu juga menegaskan bahwa hasil imbang melawan Spanyol belum membuat Tanjung Verde puas.

Menurutnya, tim berjuluk Blue Sharks datang ke Piala Dunia bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan untuk bersaing dengan negara-negara besar.

"Kami datang ke sini untuk berkompetisi. Kami memang berasal dari negara kecil, tetapi kami memiliki kualitas dan ambisi yang besar," katanya.

Sementara itu, gelandang Tanjung Verde, Deroy Duarte, menyatakan seluruh anggota tim turut berbahagia atas perhatian yang diterima Vozinha. Menurutnya, popularitas sang kiper tidak mengganggu persiapan tim menjelang pertandingan berikutnya.

"Vozinha adalah sosok yang luar biasa. Kami semua senang untuknya. Mungkin satu pertandingan telah mengubah hidupnya, tetapi bagi kami yang terpenting adalah melihat dampak positif yang bisa diberikan Piala Dunia kepada seorang pemain," ujar Duarte.

Dengan dukungan keluarga yang kini hadir secara langsung di stadion, Vozinha berharap dapat kembali tampil maksimal dan membantu Tanjung Verde melanjutkan kejutan mereka di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Uruguay pada laga krusial akhir pekan ini.

Load More