- Maroko menang 1-0 atas Skotlandia di Boston Stadium melalui gol cepat Ismael Saibari pada menit ke-70 detik.
- Gol tersebut menjadikan Saibari pemain Afrika kedua yang mencetak gol dalam dua penampilan perdana Piala Dunia secara beruntun.
- Kemenangan ini membawa Maroko meraih enam poin sejarah serta memperbesar peluang mereka lolos ke babak 16 besar turnamen.
Suara.com - Timnas Maroko meraih kemenangan penting atas Timnas Skotlandia dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan Grup C Piala Dunia 2026. Bermain di Boston Stadium, Singa Atlas memastikan tiga poin berkat gol cepat Ismael Saibari yang tercipta saat pertandingan baru berjalan 70 detik.
Gol tersebut langsung masuk dalam catatan sejarah Piala Dunia. Menurut data Opta, torehan Saibari menjadi gol kemenangan tercepat yang pernah tercipta dalam pertandingan putaran final Piala Dunia yang berakhir dengan skor 1-0.
Proses gol berawal dari kecerdikan Brahim Diaz yang melepaskan umpan terobosan akurat untuk membelah lini pertahanan Skotlandia. Saibari yang lolos dari jebakan offside kemudian melepaskan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang yang dijaga Angus Gunn.
Saibari Samai Rekor Mohamed Salah
Gol ke gawang Skotlandia membuat Ismael Saibari mencatatkan sejumlah rekor prestisius. Penyerang yang dikabarkan masuk radar Bayern Munchen itu menjadi pemain Maroko pertama yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Tak hanya itu, Saibari juga menyamai pencapaian bintang Mesir, Mohamed Salah, sebagai pemain Afrika kedua yang sukses mencetak gol dalam dua penampilan perdananya di ajang Piala Dunia.
Dominasi Maroko juga terlihat dari statistik pertandingan. Berdasarkan catatan Opta, pasukan Walid Regragui membukukan 601 operan sukses, jumlah tertinggi yang pernah dicatatkan tim Afrika dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966.
Kemenangan atas Skotlandia sekaligus menjadi kemenangan keenam Maroko sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Jumlah tersebut membuat Singa Atlas sejajar dengan Ghana dan Nigeria sebagai negara Afrika dengan enam kemenangan di putaran final.
Sementara itu, Brahim Diaz kembali menunjukkan perannya sebagai kreator serangan. Dengan dua assist yang telah dicatatkan di turnamen ini, Diaz menjadi pemain Maroko kedua setelah Tahar El-Khalej yang mampu menciptakan lebih dari satu assist di putaran final Piala Dunia.
Baca Juga: Weston McKennie Terkesima dengan Suporter usai Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Meski Skotlandia sempat meningkatkan intensitas serangan melalui John McGinn dan Andy Robertson menjelang akhir babak pertama, pertahanan Maroko yang dikomandoi Achraf Hakimi tampil disiplin dan sulit ditembus sepanjang laga.
Mimpi Buruk Skotlandia di Boston
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Skotlandia yang tengah memburu tiket ke fase gugur turnamen mayor untuk pertama kalinya dalam sejarah modern mereka.
Ironisnya, tim asuhan Steve Clarke menurunkan susunan pemain dengan total 609 caps internasional, jumlah terbanyak yang pernah dimiliki Skotlandia dalam satu pertandingan. Namun pengalaman tersebut gagal menghindarkan mereka dari kekalahan.
Skotlandia bahkan mencatat statistik buruk dengan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke arah gawang Yassine Bounou selama 90 menit pertandingan.
Kontroversi sempat muncul pada menit ke-82 ketika Scott McTominay terjatuh di dalam kotak penalti. Namun wasit Ilgiz Tantashev memilih melanjutkan pertandingan dan tidak memberikan penalti untuk Skotlandia.
Berita Terkait
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ngamuk Hajar Haiti 3-0, Matheus Cunha Cetak Dua Gol
-
Gol Kilat Ismael Saibari Bawa Maroko Tundukkan Skotlandia, Selangkah Lagi Lolos ke 32 Besar
-
Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!
-
Herve Renard: Saya Bukan Penyihir
-
Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan