Bola / Bola Dunia
Minggu, 21 Juni 2026 | 10:20 WIB
Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter. [Glyn KIRK / AFP]
Baca 10 detik
  • Swedia menelan kekalahan telak 1-5 dari Belanda pada laga Grup F Piala Dunia 2026.

  • Pelatih Graham Potter menyoroti rapuhnya antisipasi bola panjang dan sektor sayap timnya.

  • Swedia wajib menumbangkan Jepang demi menyegel tiket kelolosan ke babak 32 besar.

Suara.com - Nakhoda Swedia Graham Potter langsung membidik evaluasi total setelah skuatnya luluh lantak di tangan Timnas Belanda. Kekalahan memilukan ini memaksa sang pelatih merombak strategi demi menyelamatkan peluang di turnamen.

Langkah ini diambil setelah armada Blagult tak berkutik menghadapi gempuran taktis yang diterapkan tim lawan. Potter kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan mentalitas dan organisasi permainan timnya.

Kegagalan mengantisipasi bola panjang dan rapuhnya sektor sayap menjadi rapor merah yang paling disorot. Evaluasi mendalam ini menjadi fondasi utama sebelum melakoni partai penentu di laga pamungkas.

Graham Potter saat masih melatih Chelsea. [DARREN STAPLES / AFP]

"Saya tidak menyangka pertandingan akan berjalan seperti ini, namun kami harus belajar dari hal ini," kata Potter.

Hasil minor di Stadion NRG tersebut sekaligus memutus tren positif Swedia pada awal kompetisi. Pihak tim kini fokus penuh mengubah nestapa menjadi motivasi besar untuk bangkit.

Sektor pertahanan Swedia kedodoran sepanjang laga akibat buruknya koordinasi antar lini saat mengadang transisi cepat. Sisi lapangan menjadi area paling rentan yang terus dieksploitasi oleh barisan penyerang Belanda.

Profil timnas Swedia di Euro 2020 (instagram/swemnt)

Skema bertahan yang longgar membuat kiper Swedia harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 5 kali. Situasi ini menunjukkan adanya jarak yang terlalu menganga antara lini tengah dan belakang.

"Mereka menyulitkan kami di area sayap. Gol pertama berasal dari umpan panjang yang tidak kami tangani dengan baik," sambung Potter.

Dua gol dari Brian Brobbey dan Cody Gakpo, ditambah 1 lesatan Crysencio Summerville menjadi bukti sahih kegagalan tersebut. Swedia hanya mampu membalas 1 kali sebelum peluit panjang berbunyi.

Baca Juga: Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026

Hasil buruk ini langsung melempar Swedia turun ke posisi kedua klasemen sementara Grup F. Mereka kini mengemas 3 poin dan kehilangan takhta puncak pimpinan grup.

Kini Swedia mengalihkan fokus penuh demi menghadapi Jepang pada laga pamungkas fase grup. Pertandingan krusial ini bakal digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, pada Jumat mendatang.

Kemenangan menjadi harga mati bagi armada Graham Potter jika ingin mengunci tiket babak 32 besar. Status juara grup masih terbuka lebar andai mereka mampu meredam perlawanan wakil Asia tersebut.

Sebelumnya, Swedia sempat berada di atas angin sebelum laga kontra Belanda menghancurkan momentum mereka. Kekalahan telak 1-5 ini menjadi tamparan keras sekaligus sinyal bahaya bagi ambisi besar mereka.

Kini publik menunggu respons taktis Graham Potter untuk menambal lubang di lini belakang timnya. Pertandingan terakhir Grup F ini dipastikan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal.

Load More