-
Swedia menelan kekalahan telak 1-5 dari Belanda pada laga Grup F Piala Dunia 2026.
-
Pelatih Graham Potter menyoroti rapuhnya antisipasi bola panjang dan sektor sayap timnya.
-
Swedia wajib menumbangkan Jepang demi menyegel tiket kelolosan ke babak 32 besar.
Suara.com - Nakhoda Swedia Graham Potter langsung membidik evaluasi total setelah skuatnya luluh lantak di tangan Timnas Belanda. Kekalahan memilukan ini memaksa sang pelatih merombak strategi demi menyelamatkan peluang di turnamen.
Langkah ini diambil setelah armada Blagult tak berkutik menghadapi gempuran taktis yang diterapkan tim lawan. Potter kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan mentalitas dan organisasi permainan timnya.
Kegagalan mengantisipasi bola panjang dan rapuhnya sektor sayap menjadi rapor merah yang paling disorot. Evaluasi mendalam ini menjadi fondasi utama sebelum melakoni partai penentu di laga pamungkas.
"Saya tidak menyangka pertandingan akan berjalan seperti ini, namun kami harus belajar dari hal ini," kata Potter.
Hasil minor di Stadion NRG tersebut sekaligus memutus tren positif Swedia pada awal kompetisi. Pihak tim kini fokus penuh mengubah nestapa menjadi motivasi besar untuk bangkit.
Sektor pertahanan Swedia kedodoran sepanjang laga akibat buruknya koordinasi antar lini saat mengadang transisi cepat. Sisi lapangan menjadi area paling rentan yang terus dieksploitasi oleh barisan penyerang Belanda.
Skema bertahan yang longgar membuat kiper Swedia harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 5 kali. Situasi ini menunjukkan adanya jarak yang terlalu menganga antara lini tengah dan belakang.
"Mereka menyulitkan kami di area sayap. Gol pertama berasal dari umpan panjang yang tidak kami tangani dengan baik," sambung Potter.
Dua gol dari Brian Brobbey dan Cody Gakpo, ditambah 1 lesatan Crysencio Summerville menjadi bukti sahih kegagalan tersebut. Swedia hanya mampu membalas 1 kali sebelum peluit panjang berbunyi.
Baca Juga: Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026
Hasil buruk ini langsung melempar Swedia turun ke posisi kedua klasemen sementara Grup F. Mereka kini mengemas 3 poin dan kehilangan takhta puncak pimpinan grup.
Kini Swedia mengalihkan fokus penuh demi menghadapi Jepang pada laga pamungkas fase grup. Pertandingan krusial ini bakal digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, pada Jumat mendatang.
Kemenangan menjadi harga mati bagi armada Graham Potter jika ingin mengunci tiket babak 32 besar. Status juara grup masih terbuka lebar andai mereka mampu meredam perlawanan wakil Asia tersebut.
Sebelumnya, Swedia sempat berada di atas angin sebelum laga kontra Belanda menghancurkan momentum mereka. Kekalahan telak 1-5 ini menjadi tamparan keras sekaligus sinyal bahaya bagi ambisi besar mereka.
Kini publik menunggu respons taktis Graham Potter untuk menambal lubang di lini belakang timnya. Pertandingan terakhir Grup F ini dipastikan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan