-
Ekuador bermain imbang tanpa gol melawan Curacao pada laga kedua Grup E Piala Dunia.
-
Kiper Curacao Eloy Room tampil luar biasa dengan menggagalkan 15 tembakan tepat sasaran Ekuador.
-
Kedua tim kini berada di posisi sulit dan wajib menang pada pertandingan pamungkas grup.
Suara.com - Timnas Ekuador gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Curacao di Stadion Kansas, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) waktu Indonesia. Hasil ini membuat langkah kedua tim menuju fase gugur semakin berat karena baru mengantongi satu poin di Grup E Piala Dunia 2026.
Kegagalan ini terasa menyakitkan bagi El Tri yang menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Berikut adalah 4 fakta menarik dari laga sengit yang berakhir dramatis bagi kedua tim.
1. Tembok Kokoh Bernama Eloy Room
Penjaga gawang Curacao, Eloy Room, menjadi bintang lapangan berkat aksi penyelamatan gemilangnya yang berulang kali mementahkan peluang emas Ekuador. Lini depan El Tri dibuat frustrasi sejak menit ketiga saat tendangan Enner Valencia berhasil ditepis dengan sangat tenang.
Ketangguhan Room berlanjut di babak kedua ketika ia memblokir sepakan jarak dekat Gonzalo Plata. Refleks kilat sang kiper di bawah mistar gawang menjadi alasan utama papan skor tidak berubah hingga laga usai.
2. Dominasi Statistik yang Sia-sia
FIFA mencatat skuad asuhan Ekuador sangat dominan dengan menguasai 63 persen aliran bola sepanjang pertandingan. Mereka juga melepaskan total 28 kali percobaan serangan ke lini pertahanan lawan yang rapat.
Dari puluhan upaya tersebut, 15 di antaranya mengarah tepat ke sasaran namun tidak ada satu pun yang berbuah gol. Sebaliknya, Curacao yang bermain bertahan hanya mampu menciptakan 10 percobaan dengan tiga sepakan tepat sasaran.
3. Perubahan Taktik yang Buntu
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo
Pelatih Ekuador mencoba memecah kebuntuan di babak kedua dengan memaksimalkan kecepatan para pemain sayap mereka. John Yeboah dan Gonzalo Plata berulang kali merangsek masuk ke kotak penalti lawan untuk membongkar formasi kompak 5-4-1 milik Curacao.
Curacao sendiri memilih tetap disiplin bertahan sambil sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat. Salah satu peluang terbaik mereka datang dari tendangan jarak jauh Livano Comencia yang masih bisa diamankan Hernan Galindez.
4. Situasi Kritis di Grup E
Laga Hidup Mati Menanti di Depan
Hasil seri ini menempatkan Ekuador dan Curacao di posisi tiga dan empat klasemen sementara Grup E. Situasi ini memaksa kedua tim untuk memenangkan pertandingan terakhir demi menjaga asa lolos ke babak gugur.
Ujian berat sudah menanti Ekuador yang harus bersua tim kuat Jerman pada laga pamungkas hari Jumat mendatang. Pada waktu yang sama, Curacao akan mencoba keberuntungan mereka saat menantang Pantai Gading.
Persaingan di Grup E Piala Dunia 2026 semakin memanas setelah matchday kedua tidak memberikan pemenang mutlak bagi tim papan bawah. Ekuador yang awalnya diunggulkan untuk mendampingi tim besar kini harus berjuang ekstra keras di laga penentu.
Gaya bermain bertengger yang diterapkan Curacao terbukti menjadi momok menakutkan bagi tim dengan strategi ofensif seperti Ekuador. Jika gagal membenahi penyelesaian akhir, langkah El Tri dipastikan terhenti lebih cepat di turnamen ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman
-
Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026, Panggung Pembuktian Ao Tanaka
-
Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya
-
Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo
-
Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia, Curacao Cetak Sejarah Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
-
John Herdman Incar Juara FIFA ASEAN Cup, Panggil Pemain Terbaik Timnas Indonesia
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu