-
Pelatih Spanyol melarang publik membandingkan talenta muda Lamine Yamal dengan Messi atau Maradona.
-
Kondisi fisik Yamal belum sepenuhnya bugar untuk bermain penuh selama 90 menit pertandingan.
-
Skuad Spanyol menjadikan kritik media sebagai motivasi tambahan menjelang laga melawan Arab Saudi.
Suara.com - Timnas Spanyol memilih bersikap realistis dan melindungi aset terbesar mereka dari ekspektasi publik yang berlebihan. Pelatih Luis de la Fuente secara tegas meminta semua pihak berhenti menyamakan Lamine Yamal dengan para legenda sepak bola dunia.
Langkah ini diambil demi menjaga proses tumbuh kembang sang pemain agar tidak hancur akibat tekanan instan. Beban berat sebagai penyelamat tim kini berusaha diredam oleh jajaran kepelatihan La Roja.
"Itu sebuah kesalahan untuk membandingkan [Yamal] dengan siapa pun," ujar De la Fuente dalam konferensi pers pada Sabtu waktu setempat, saat ditanya mengenai peran sang bintang di tim Spanyol saat ini dibandingkan dengan Messi dan Maradona bersama Argentina di masa lalu.
"Dia berusia 18 tahun, dalam proses perkembangan, kedewasaan... Kita harus membiarkan dia mengikuti jalurnya sendiri," dikutip dari ESPN, Minggu (21/6/2026).
De la Fuente menilai bakat alami yang dimiliki bintang muda Barcelona tersebut merupakan sebuah anomali yang jarang terjadi. Karakteristik langka ini membuat sang pemain memiliki mentalitas yang berbeda dari pesepak bola seusianya.
"Pemain-pemain seperti ini, yang memiliki sesuatu yang berbeda, siap untuk itu," tambahnya.
"Mereka adalah jenius, seperti Salvador Dali, atau Michelangelo. Apa yang tampak luar biasa bagi kita, tidak bagi mereka."
Kebugaran Yamal saat ini menjadi perhatian utama setelah ia baru saja pulih dari cedera otot yang membekapnya sejak April lalu. Dirinya sempat turun sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 dalam laga pembuka, namun dinilai belum siap tampil penuh.
Ketidakpastian mengenai status sang winger untuk laga kedua fase grup melawan Arab Saudi masih terus bergulir. Sang pelatih tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang bisa berisiko buruk bagi masa depan sang pemain.
Baca Juga: Ini Sosok yang Sebarkan Hoax Ayah Messi Meninggal Dunia Berujung Dipecat
"Kami akan mengevaluasi itu," kata De la Fuente.
"Berita terbaiknya adalah dia ada di sini. Lamine berada dalam momen yang baik. Apakah dia bermain 55, 58 atau 63 menit, itu akan tergantung pada pertandingan. Kami akan memikirkan kontribusinya untuk tim, dan apa yang bermanfaat baginya... Anda akan lihat besok."
Sorotan Berlebih Tidak Merusak Keharmonisan Internal Tim
Fokus masif media yang tertuju pada sosok Yamal sempat dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial di dalam skuad. Namun, sang arsitek tim membantah keras adanya keretakan hubungan antar-pemain di ruang ganti.
"Kami memiliki atmosfer yang sehat," katanya. "Kami semua tahu betapa pentingnya semua pemain. Kami memahami peran Lamine dengan sempurna dan begitu pula rekan-rekan setimnya."
Sikap tenang juga ditunjukkan jajaran pelatih dalam menghadapi tekanan berat pasca-hasil imbang mengecewakan pada laga perdana. Kritik tajam dari publik domestik justru dijadikan bahan bakar untuk membangkitkan motivasi bertarung.
"Tim ini terluka, dan terkadang, kritik itu memotivasi," ujarnya.
"Para pemain membaca berbagai hal, mereka marah, dan yang pasti besok pertandingan akan sangat berbeda."
Spanyol kini berada dalam situasi wajib menang untuk mengamankan posisi mereka di turnamen ini. Ketajaman lini depan menjadi evaluasi terbesar yang harus segera diselesaikan dalam waktu singkat.
Sebelumnya, Spanyol harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga debut Piala Dunia mereka di Grup H. Kegagalan membongkar pertahanan rapat lawan memicu gelombang kritik dari media-media Spanyol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan