-
Shin Tae-yong mengelola tekanan berat di Persija Jakarta lewat persiapan matang sejak jauh hari.
-
Fokus taktis skuad Macan Kemayoran dimaksimalkan hingga dua hari sebelum laga untuk mengelola stres.
-
Kritik dan makian suporter diubah menjadi bahan evaluasi positif demi meningkatkan kualitas tim.
Suara.com - Sejak menerima tantangan sebagai pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong sudah memahami bahwa dirinya akan menghadapi ekspektasi besar dan tekanan yang tidak kecil terutama dari suporter. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai situasi tersebut merupakan konsekuensi yang melekat dalam sepak bola profesional.
Menurut Shin Tae-yong, tekanan tidak bisa dihindari, tetapi dapat dikelola melalui persiapan yang matang. Karena itu, ia selalu memastikan seluruh kebutuhan tim dipersiapkan secara maksimal jauh sebelum pertandingan dimulai.
“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” kata Shin Tae-yong dalam keterangannya.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya memiliki metode khusus dalam mempersiapkan tim jelang pertandingan.
Fokus utama dilakukan hingga dua hari sebelum laga berlangsung. Setelah itu, ia memilih mengurangi beban pikiran agar bisa menghadapi pertandingan dengan lebih tenang dan percaya diri.
Baginya, menjaga kondisi mental menjelang pertandingan sama pentingnya dengan mempersiapkan aspek teknis dan taktik di lapangan. Cara tersebut juga menjadi salah satu strategi pribadinya untuk mengelola stres selama menjalani profesi sebagai pelatih.
“Jadi, jika ada pertandingan, saya melakukan persiapan yang luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan," sambung eks pelatih timnas Korea Selatan itu.
"Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya sendiri untuk melepas stres,” ucapnya.
Selain tekanan dari hasil pertandingan, Shin Tae-yong juga menyoroti peran suporter yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap tim. Menurutnya, seorang pelatih harus siap menerima pujian ketika menang maupun kritik saat tim mengalami kekalahan.
Baca Juga: John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
Ia menegaskan bahwa kritik dari suporter bukan sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas tim ke depannya.
“Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang," terangnya.
"Jika saya berpikir ‘Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya’, maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,” tutur Shin Tae-yong.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan