- Francisco Conceicao menegaskan Timnas Portugal tidak memiliki kewajiban khusus untuk selalu mengoper bola kepada Cristiano Ronaldo.
- Keputusan memberikan umpan dilakukan pemain berdasarkan insting dan posisi rekan setim yang paling terbuka di lapangan.
- Polemik internal Portugal memanas setelah hasil imbang melawan RD Kongo serta komentar viral dari pasangan para pemain.
Suara.com - Winger Timnas Portugal, Francisco Conceicao, angkat bicara terkait polemik yang melibatkan Cristiano Ronaldo jelang laga melawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026.
Conceicao menegaskan bahwa meski Ronaldo adalah pemain luar biasa, tim tidak memiliki kewajiban khusus untuk selalu memberinya bola.
“Cristiano punya kualitas mencetak gol yang tidak dimiliki siapa pun, tapi kami tidak punya kewajiban untuk selalu mengoper kepadanya,"
"Saya memberikan bola kepada pemain yang posisinya paling bebas,” ujar Conceicao dalam konferensi pers seperti dikutip dari TycSport.
Pemain berusia 23 tahun itu menjelaskan bahwa keputusan di lapangan terjadi secara spontan dalam hitungan detik.
Menurutnya, pemain tidak memiliki waktu untuk memikirkan kepada siapa bola harus diberikan secara spesifik.
“Semua terjadi secara insting, hanya sepersekian detik. Cristiano ada di sini untuk membantu, sama seperti pemain lainnya,” tambahnya.
Polemik di kubu Portugal mencuat setelah hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo pada laga pembuka.
Situasi semakin memanas usai pernyataan Joao Neves yang menyebut Ronaldo tidak berbeda dari pemain lain dalam tim.
Baca Juga: Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
Kontroversi meluas ke luar lapangan ketika nama aktris Madalena Aragao, yang merupakan pasangan Neves, ikut terseret.
Sebuah komentar bernada kritik terhadap Ronaldo yang diduga berasal darinya viral di media sosial.
Menariknya, Georgina Rodríguez, pasangan Ronaldo, ikut bereaksi terhadap unggahan tersebut dengan komentar singkat, “Wow!! Generasi ini datang dengan kuat!!”, yang semakin menyulut perhatian publik.
Berita Terkait
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji