Bola / BolaTaiment
Senin, 22 Juni 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]
Baca 10 detik
  • Chico Mendez gagal menonton laga Piala Dunia di Stadion Akron, Guadalajara karena tiket tidak dikirim pihak platform.
  • Cucu korban telah mengeluarkan biaya sekitar Rp90 juta untuk membeli tiket melalui situs penjualan ulang daring.
  • Pihak platform memberikan pengembalian dana dan tiket pengganti setelah video kegagalan tersebut menjadi viral di media sosial.

Suara.com - Impian seorang pria berusia 89 tahun asal San Diego untuk menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 berakhir pilu di depan gerbang stadion.

Cucunya, Paola Hernandez, mengaku telah menghabiskan sekitar 6.000 dolar AS atau hampir Rp90 juta demi mewujudkan mimpi sang kakek, Chico Mendez.

Keduanya terbang ke Guadalajara dan tiba di Stadion Akron enam jam sebelum laga Meksiko melawan Korea Selatan.

Namun, masalah muncul ketika tiket yang dibeli melalui platform penjualan ulang tidak kunjung muncul di aplikasi.

“Semua terlihat normal—pesanan terkonfirmasi dan pembayaran sudah berhasil,” ujar Hernandez seperti dikutip dari NY Post.

Ia mengaku panik dan berulang kali menghubungi layanan pelanggan, namun diminta menunggu hingga waktu pertandingan berjalan.

Harapan itu akhirnya sirna ketika tiket tak kunjung dikirim hingga babak pertama usai.

Di luar stadion, Mendez yang mengenakan atribut lengkap timnas Meksiko hanya bisa mendengar sorak sorai puluhan ribu penonton dari dalam arena.

“Hati saya hancur. Saya menangis melihat hatinya yang kecil ikut hancur. Ini adalah mimpinya,” kata Hernandez.

Baca Juga: Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Momen tersebut ia bagikan di TikTok, memperlihatkan sang kakek menyaksikan pertandingan melalui ponsel.

Video itu viral dengan jutaan penonton dan memicu simpati publik.

Banyak warganet mendesak pihak penjual tiket untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pihak platform akhirnya memberikan pengembalian dana penuh dan menawarkan tiket pengganti untuk laga Piala Dunia lainnya.

Mereka juga menyampaikan permintaan maaf dan menyebut kejadian ini sebagai pengalaman yang menyakitkan.

Meski begitu, Hernández menyebut sulit bagi sang kakek untuk menghadiri laga lain, terutama di Mexico City yang berada di dataran tinggi.

Ia menegaskan bahwa pengalaman yang hilang tak akan bisa tergantikan sepenuhnya.

Load More