Bola / Bola Dunia
Senin, 22 Juni 2026 | 10:14 WIB
Penyerang Spanyol, Lamine Yamal, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol ke gawang Arab Saudi. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Lamine Yamal mencetak gol perdana Piala Dunia saat membawa Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0, Minggu (21/6/2026).
  • Pertandingan di Atlanta tersebut menjadi momen perdana Yamal tampil sebagai starter dalam turnamen akbar sepak bola dunia.
  • Kemenangan ini membuat Spanyol mengumpulkan empat poin dan menjaga peluang besar melaju ke babak 32 besar.

Suara.com - Lamine Yamal merasakan momen yang tak akan dilupakannya sepanjang karier sepak bola. Penyerang muda Timnas Spanyol itu akhirnya mencetak gol pertamanya di ajang Piala Dunia saat membantu La Roja mengalahkan Arab Saudi dengan skor 4-0 pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026).

Gol yang lahir pada menit ke-10 tersebut memiliki makna istimewa bagi Yamal. Selain menjadi gol perdananya di Piala Dunia, pertandingan melawan Arab Saudi juga menjadi kali pertama pemain berusia 18 tahun itu tampil sebagai starter di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Yamal mengaku mimpinya sejak kecil akhirnya menjadi kenyataan. Ia bahkan mengenang bagaimana dirinya hanya bisa menyaksikan Piala Dunia dari ruang kelas beberapa tahun lalu.

“Saya selalu bermimpi tampil di Piala Dunia, dan bisa mencetak gol dalam pertandingan pertama saya sebagai starter adalah sebuah mimpi. Saya menyaksikan Piala Dunia terakhir dari ruang kelas, jadi bisa mencetak gol di sini dengan ibu dan keluarga saya berada di tribun adalah sesuatu yang luar biasa,” ucap Yamal.

Momen tersebut terasa semakin spesial karena keluarga Yamal hadir langsung di stadion untuk menyaksikan aksinya. Gol itu sekaligus menjadi penanda perjalanan luar biasa sang pemain yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu talenta muda terbaik dunia.

Meski senang dengan pencapaian pribadinya, Yamal menegaskan bahwa kemenangan tim tetap menjadi hal yang paling penting. Ia mengungkapkan rencana awalnya hanya bermain selama satu babak sebelum diberi waktu istirahat.

“Rencananya adalah bermain selama satu babak dan mendapatkan istirahat, tetapi yang paling penting adalah membantu tim. Kami bisa unggul 3-0 sehingga saya bisa beristirahat dan semuanya berjalan sempurna,” kata pemain Barcelona tersebut.

Yamal juga menilai hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada pertandingan pertama menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Spanyol. Menurutnya, hasil tersebut membuat para pemain lebih termotivasi untuk menunjukkan kualitas sebenarnya saat menghadapi Arab Saudi.

“Laga pertama bukanlah penampilan kami yang sebenarnya, tetapi sekarang kami sudah datang dan kami ingin meraih lebih banyak lagi. Hasil imbang dalam pertandingan yang merasa seharusnya bisa kami menangkan memang menyakitkan. Itu membuat kami banyak berpikir dan membantu kami menghadapi pertandingan ini dengan cara yang kami inginkan,” ujar Yamal.

Baca Juga: Dibantai Spanyol, Georgios Donis: Kami Terlalu Banyak Lakukan Kesalahan

Pada laga tersebut, Yamal membuka keunggulan Spanyol pada menit ke-10. Setelah itu, Mikel Oyarzabal mencetak dua gol pada menit ke-21 dan ke-24 untuk memperbesar keunggulan La Roja.

Spanyol kemudian memastikan kemenangan 4-0 setelah bek Arab Saudi Hassan Al-Tambakti mencetak gol bunuh diri pada awal babak kedua.

Kemenangan tersebut membuat Spanyol mengoleksi empat poin dari dua pertandingan di Grup H dan menjaga peluang besar mereka untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara bagi Yamal, malam di Atlanta menjadi bukti bahwa mimpi yang dulu hanya disaksikan dari ruang kelas kini telah berubah menjadi kenyataan di panggung terbesar sepak bola dunia.

(Antara)

Load More