- Piala Dunia 2026 menerapkan kebijakan empat babak pertandingan yang bertujuan menyesuaikan faktor cuaca bagi seluruh tim peserta.
- Penambahan jeda tersebut memperbesar peran taktis pelatih untuk mengubah formasi dan pola permainan selama pertandingan berlangsung.
- Pelatih Gustavo Alfaro mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap lebih mengutamakan kepentingan komersial dibandingkan esensi olahraga sepak bola.
Suara.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan fenomena baru yang memicu perdebatan, potensi berubahnya pertandingan sepak bola tak lagi dua babak melainkan empat babak.
Kebijakan ini awalnya diterapkan demi faktor cuaca, namun kini dinilai membawa dampak besar terhadap dinamika permainan.
Dalam sejumlah laga, jeda tersebut terbukti menjadi momen krusial bagi pelatih untuk mengubah taktik.
Pergeseran strategi, seperti perubahan formasi hingga pendekatan pressing, kerap terjadi saat pemain berkumpul di pinggir lapangan.
Fenomena ini membuat pertandingan tak lagi mengalir dalam dua babak penuh, melainkan terpecah menjadi empat fase permainan.
Dampaknya, ritme alami sepak bola yang selama ini menjadi ciri khas justru berpotensi terganggu.
Di sisi lain, jeda ini memperbesar peran pelatih dalam menentukan jalannya pertandingan.
Waktu tambahan untuk instruksi taktis memberi keuntungan bagi tim yang mampu memanfaatkannya secara optimal.
Namun, kritik mulai bermunculan. Sebagian pihak menilai intervensi ini terlalu besar dan berisiko mengubah esensi sepak bola.
Baca Juga: Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
Bahkan, muncul anggapan bahwa jeda hidrasi lebih menyerupai jeda komersial ketimbang kebutuhan medis.
Pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro salah satu yang mengkritkk soal water break ini.
Menurutnya, jeda tersebut lebih bernuansa komersial ketimbang kebutuhan olahraga.
“Itu bukan jeda minum, itu jeda iklan,” tegasnya.
Pelatih asal Argentina itu mengingatkan bahwa sepak bola lahir dari kalangan sederhana dan seharusnya tetap inklusif.
Alfaro menekankan bahwa kekuatan sepak bola terletak pada aksesibilitasnya bagi semua kalangan, bukan hanya elite.
“Sepak bola tidak bisa hanya menjadi bisnis. Hari ini hanya kelompok terbatas yang bisa merasakan semuanya,” tambahnya.
“Orang-orang yang saya kenal sedang mengalami masa sulit. Bepergian menjadi sangat rumit dan mahal. Piala Dunia terlalu dilebih-lebihkan, esensi sepak bola sudah hilang,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal