Bola / Bola Indonesia
Kamis, 25 Juni 2026 | 11:14 WIB
Kapten Timnas Kanada, Alphonso Davies. (Dok. Canada Soccer)
Baca 10 detik
  • Timnas Kanada lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup B meski kalah dari Swiss.
  • Pelatih Jesse Marsch mengevaluasi kesalahan taktik dan kurangnya intensitas permainan timnya saat menghadapi skuad timnas Swiss.
  • Kanada kini fokus persiapan di Los Angeles dengan harapan kembalinya Alphonso Davies untuk memperkuat performa babak gugur.

Suara.com - Timnas Kanada berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 meski harus menelan kekalahan 1-2 dari Swiss pada laga terakhir Grup B.

Hasil tersebut tetap cukup membawa skuad berjuluk The Canucks melaju ke fase gugur dengan status runner-up grup.

Namun, kekalahan di hadapan pendukung sendiri menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi sebelum memasuki pertandingan hidup-mati berikutnya.

Pelatih Jesse Marsch mengakui performa timnya belum berada pada level terbaik. Ia menilai Kanada tampil terlalu berhati-hati dan kurang agresif sejak awal pertandingan.

Meski demikian, Marsch tetap mengapresiasi semangat juang yang diperlihatkan para pemain sepanjang laga.

Jesse Marsch Akui Ada Kesalahan Taktik

Manajer Leeds United, Jesse Marsch (kiri). [GEOFF CADDICK / AFP]

Dilansir dari laman resmi FIFA, Marsch mengungkapkan bahwa timnya melakukan sejumlah kesalahan dalam momen-momen krusial yang akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh Swiss.

"Saya tahu tim kami memiliki semangat juang yang tinggi, kami memiliki skuad yang akan mengerahkan segalanya di setiap momen pertandingan," ujar Marsch dikutip dari Antara.

Menurut pelatih asal Amerika Serikat tersebut, Kanada gagal menunjukkan intensitas permainan yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar

Keraguan saat menguasai bola maupun ketika melakukan tekanan membuat Swiss lebih leluasa mengembangkan permainan.

"Kuncinya terletak pada bagaimana kami menyikapi momen-momen krusial tersebut. Di awal laga, kami bermain agak ragu-ragu dan kurang agresif," jelasnya.

Marsch juga mengaku menyesal karena terlambat melakukan penyesuaian strategi pada babak kedua.

Ia merasa seharusnya lebih cepat menginstruksikan perubahan formasi menjadi lima bek untuk mengantisipasi serangan balik lawan.

Fokus Bangkit di Babak Gugur

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Marsch menegaskan fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada babak 32 besar. Kanada dijadwalkan bertolak ke Los Angeles untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan berikutnya.

Load More