- Neymar Jr kembali tampil membela Brasil saat mengalahkan Skotlandia 3-0 di Miami Stadium dalam laga terakhir Grup C.
- Penampilan tersebut mencatatkan sejarah bagi Neymar sebagai pemain keempat Brasil yang tampil di empat edisi Piala Dunia.
- Vinicius Jr mencetak dua gol dan Bruno Guimaraes menyumbang dua assist, mengantarkan Brasil lolos sebagai juara Grup C.
Bruno Guimarães Jadi Motor Permainan Brasil
Dominasi Brasil turut ditopang performa impresif Bruno Guimarães di lini tengah. Gelandang Newcastle United itu menyumbangkan dua assist yang berperan besar dalam terciptanya gol-gol Selecao.
Gol ketiga Brasil lahir pada menit ke-60 melalui penyelesaian Matheus Cunha setelah menerima umpan matang dari Guimarães.
Keunggulan tiga gol membuat Brasil tampil semakin nyaman hingga peluit panjang dibunyikan.
Carlo Ancelotti pun leluasa melakukan rotasi pemain, termasuk memberikan menit bermain bagi Neymar yang baru pulih dari cedera panjang.
Brasil Lolos sebagai Juara Grup C
Kemenangan atas Skotlandia memastikan Brasil melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup C dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tradisi impresif Selecao yang selalu mampu finis sebagai juara grup di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1982.
Secara statistik, Brasil tampil dominan dengan melepaskan 11 tembakan pada babak pertama, jumlah terbanyak mereka di fase grup sejak Piala Dunia 2018.
Baca Juga: Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
Di sisi lain, Skotlandia harus puas finis di peringkat ketiga dengan tiga poin dan masih menunggu peluang lolos melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Dengan performa yang semakin solid serta kembalinya Neymar ke dalam skuad, Brasil semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Selecao di fase gugur dan apakah mereka mampu mengakhiri turnamen dengan trofi dunia keenam.
Berita Terkait
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Jepang vs Swedia: Duel Penentu Grup F, Samurai Biru Bidik Puncak Klasemen
-
Fenomena Kiper 'Pahlawan' di Piala Dunia 2026: Dari Fase Grup Langsung Dilirik Klub Elite
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
-
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Bikin Bintang Kanada Patah Kaki di Piala Dunia 2026
-
Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
-
Nasib Skotlandia di Ujung Tanduk usai Dibungkam Brasil, Steve Clarke Pasrah