Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:08 WIB
All-Stars Kudus memastikan tempat di partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah mengalahkan All-Stars Surabaya dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung dalam tensi tinggi. [Dok MLSC 2026]
Baca 10 detik
  • All-Stars Kudus berhasil melaju ke final MilkLife Soccer Challenge 2026 setelah mengalahkan All-Stars Surabaya dengan skor 2-1.
  • Pertandingan semifinal berlangsung ketat di mana Kudus mencetak gol kemenangan melalui aksi Rara Zenita pada babak kedua.
  • All-Stars Kudus dijadwalkan menghadapi All-Stars Jakarta dalam laga final pada Minggu, 28 Juni 2026 mendatang.

Suara.com - All-Stars Kudus memastikan tempat di partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah mengalahkan All-Stars Surabaya dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung dalam tensi tinggi.

All-Stars Kudus sempat mendapat perlawanan sengit dari Surabaya yang menerapkan pressing ketat sejak awal pertandingan. Strategi tersebut membuat lini tengah Kudus kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.

Kudus membuka keunggulan melalui gol Renanthera Aluna Addya Putri pada menit ke-17. Namun, keunggulan itu hanya bertahan empat menit setelah Agnia Nurul Fadhila Rohman menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-21. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, All-Stars Kudus langsung meningkatkan intensitas serangan. Baru berjalan kurang dari satu menit, Rara Zenita Fatin memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk membawa Kudus kembali unggul 2-1.

Surabaya berupaya mengejar ketertinggalan dengan mengubah pola permainan, termasuk mengandalkan umpan-umpan panjang dan serangan dari sisi lapangan.

Sejumlah peluang berhasil diciptakan, salah satunya melalui Anindita Nadia Lesmana, tetapi penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dan Kudus memastikan kemenangan 2-1.

Pelatih All-Stars Kudus Yayat Hidayat mengatakan tekanan yang diberikan Surabaya pada babak pertama sempat menyulitkan timnya mengembangkan permainan. Karena itu, ia menginstruksikan para pemain untuk lebih berani menguasai lini tengah pada babak kedua.

"Di babak kedua saya menginstruksikan lini tengah lebih berani maju dan jangan sampai kita didikte lawan. Kami juga memakai dua penyerang agar lini belakang mereka tidak leluasa memainkan bola. Hasilnya, lini tengah kembali bisa kami kuasai," kata Yayat.

Yayat optimistis timnya mampu mempertahankan gelar juara saat menghadapi All-Stars Jakarta di partai final. Menurut dia, tim pelatih telah mempelajari kekuatan lawan dan menyiapkan strategi yang sesuai.

Baca Juga: Bernardo Tavares Yakin Ramadhan Sananta Meledak Lagi Bersama Persebaya

Pemain belakang All-Stars Kudus, Renanthera Aluna Addya Putri, juga berharap timnya dapat tampil lebih baik pada laga final.

"Saya harap besok kami bisa tampil lebih maksimal lagi dan All-Stars Kudus bisa juara," ujarnya.

Sementara itu, Pelatih All-Stars Surabaya Sai Dong mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski gagal melaju ke final. Menurut dia, timnya sempat kehilangan keberanian membangun serangan dari lini belakang ketika mendapat tekanan lawan.

"Kami sudah berusaha. Sayangnya, kami kehilangan keberanian untuk bermain build-up saat mendapat tekanan. Meski begitu, ini menjadi pengalaman dan pembelajaran berharga bagi para pemain untuk berkembang ke depan," kata Sai Dong.

Pada hari terakhir MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, Minggu (28/6/2026), All-Stars Surabaya akan menghadapi All-Stars Yogyakarta dalam perebutan peringkat ketiga mulai pukul 09.00 WIB.

Adapun partai final akan mempertemukan juara bertahan All-Stars Kudus dengan All-Stars Jakarta pada pukul 14.00 WIB.

Load More