Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 19 Juni 2026 | 05:52 WIB
Persebaya Surabaya resmi merekrut bomber Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027. [Persebaya.id]
Baca 10 detik
  • Persebaya Surabaya resmi merekrut penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, setelah ia menyelesaikan masa baktinya di klub Malaysia, DPMM FC.
  • Sananta memutuskan kembali ke Indonesia karena tertarik dengan perkembangan kompetisi liga domestik yang semakin kompetitif dan menantang.
  • Reuni dengan pelatih Bernardo Tavares menjadi alasan utama Sananta bergabung ke Persebaya untuk meraih kesuksesan bersama di Surabaya.

Suara.com - Persebaya Surabaya secara resmi memperkenalkan ujung tombak berlabel Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta sebagai mesin gol anyar mereka.

Penyerang berusia 23 tahun tersebut merapat ke Surabaya setelah menyelesaikan masa baktinya bersama klub asal Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Malaysia, DPMM FC.

Sepanjang kariernya di Malaysia, Sananta sukses membukukan 27 penampilan resmi dengan sumbangsih empat gol di semua ajang.

Bagi Sananta, keputusan untuk kembali berkarier di tanah air merupakan murni pilihan pribadinya. 

Penyerang bertubuh kokoh ini mengaku sangat rindu dan ingin kembali merasakan gairah atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia yang dinilainya telah mengalami lompatan perkembangan yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.

"Setelah bermain di Malaysia, saya memang ingin kembali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia," kata Sananta dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Di samping kemajuan taktis tata kelola operator kompetisi dan pertumbuhan pesat dari klub-klub lokal, ketatnya persaingan di Liga Indonesia juga menjadi daya tarik magis tersendiri bagi dirinya.

"Saya melihat banyak perkembangan positif di liga, dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini. Liga Indonesia juga sangat kompetitif karena setiap pertandingan selalu sulit diprediksi," ucap Sananta.

Namun, di balik melesatnya kualitas liga domestik, terdapat faktor utama yang paling krusial dalam memantapkan pilihan Sananta untuk melabuhkan karier di Kota Pahlawan.

Baca Juga: PSSI Nilai Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Kejar Target 50 Besar FIFA

Kehadiran juru taktik asal Portugal, Bernardo Tavares di kursi pelatih kepala Persebaya diakui menjadi magnet terbesar yang membuatnya tanpa ragu menerima pinangan tersebut.

"Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas. Selain itu, kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting," ujar Sananta.

Keterikatan emosional serta rasa hormat yang tinggi terhadap Tavares didasari oleh rekam jejak kerja sama mereka di masa lalu.

"Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya," tuturnya.

Kemitraan antara Sananta dan Tavares sebelumnya memang sempat menorehkan tinta emas yang sangat membekas.

Keduanya pernah berkolaborasi bahu-membahu mengawal kekuatan PSM Makassar pada musim kompetisi 2022-2023 silam, yang pada akhirnya sukses dituntaskan dengan merengkuh takhta juara Liga Indonesia.

Kini bereuni di bawah bendera kebesaran Persebaya, Sananta mengaku sudah tidak sabar untuk segera unjuk gigi di hadapan suporter setia klub.

"Saya sudah tidak sabar bermain di sana (Gelora Bung Tomo) dan merasakan langsung dukungan puluhan ribu Bonek dan Bonita, terutama saat pertandingan-pertandingan besar maupun laga derby," tukasnya.

Load More