Bola / Bola Dunia
Senin, 29 Juni 2026 | 13:17 WIB
Simak profil lengkap Timnas Brasil, sang raja sepak bola dunia yang mengincar gelar keenam. Ulasan taktik, pemain kunci, dan fakta unik Selecao di Piala Dunia 2026. (FIFA)
Baca 10 detik
  • Carlo Ancelotti menegaskan Brasil mengabaikan psywar Jepang dan fokus penuh pada taktik pertandingan babak 16 besar.

  • Jepang membawa modal sepuluh laga tak terkalahkan termasuk kemenangan historis atas Inggris dan Brasil.

  • Neymar dipastikan pulih dari cedera betis dan siap bermain lebih lama melawan Jepang.

Suara.com - Nakhoda Timnas Brasil Carlo Ancelotti menegaskan skuadnya tidak akan meladeni tekanan psikologis yang dilemparkan pihak Jepang menjelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026. Langkah taktis ini diambil demi menjaga fokus penuh anak asuhnya dalam menghadapi kekuatan solid wakil Asia tersebut.

Pertandingan krusial pada Senin mendatang diprediksi menjadi salah satu bentrokan paling berimbang di fase gugur kali ini. Kedua tim menorehkan catatan impresif tanpa kekalahan sepanjang berlaga di fase grup masing-masing.

Tim Samba melenggang sebagai jawara Grup C setelah ditahan imbang Maroko lalu melibas Haiti dan Skotlandia. Sementara itu, Jepang mengamankan posisi runner-up Grup F usai mengantongi kemenangan besar atas Tunisia serta hasil imbang kontra Belanda dan Swedia.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, tetap tenang meski timnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka Piala Dunia 2026. [Instagram CBF]

Kendati Seleção lebih diunggulkan, tim matahari terbit membawa modal mentereng lewat rekor sepuluh laga beruntun tanpa kalah sejak akhir tahun lalu. Ketangguhan Jepang bahkan teruji melalui kemenangan atas tim raksasa Inggris di Stadion Wembley serta kejutan manis menumbangkan Brasil di Tokyo.

Catatan historis tersebut memicu striker muda Jepang, Kento Shiogai, melontarkan pernyataan yang menyebut Brasil sebagai kekuatan besar yang mulai runtuh. Merespons hal tersebut, Ancelotti memilih bersikap dingin dan enggan memperpanjang polemik di luar lapangan pertandingan.

"Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain. Kami fokus pada pertandingan, pada kualitas lawan, pada persiapan yang baik untuk menghindari masalah," ujar Ancelotti, dikutip dari ESPN, Senin (29/6/2026).

"Itulah arti dari persiapan pertandingan. Kami tidak melakukan apa yang mereka sebut di Inggris sebagai 'mind games.' Bagaimana Anda mengatakannya dalam bahasa Portugis? Mind games. Kami tidak akan ke sana," tegas juru taktik kawakan tersebut.

Di tengah tensi yang meninggi, angin segar berembus ke kubu Brasil menyusul kembalinya sang bintang utama, Neymar, ke dalam ritme kompetisi. Penyerang andalan asal klub Santos itu akhirnya merumpun kembali setelah absen membela panji negara selama lebih dari tiga tahun.

Sebelumnya, masalah cedera betis kanan memaksa Neymar melewatkan sejumlah laga uji coba strategis serta dua partai pembuka fase grup. Namun penampilan menjanjikan saat diturunkan melawan Skotlandia memberikan kepuasan tersendiri bagi sang pelatih.

Baca Juga: Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan

"Neymar telah berkembang sangat baik. Saya pikir dia banyak berkembang minggu lalu," kata Ancelotti.

"Sangat disayangkan dia tidak bisa berlatih sepanjang waktu bersama kami. Dia bisa bermain lebih dari 15 menit. Dia dalam kondisi baik. Tapi itu sangat bergantung pada konteks permainan dan bagaimana keadaan berkembang besok," pungkasnya.

Pertemuan antara Brasil dan Jepang di babak gugur ini mempertemukan dua tim dengan tren performa yang sedang menanjak. Brasil sedang berupaya mengembalikan dominasi global mereka di panggung internasional setelah beberapa turnamen terakhir dinilai kurang memuaskan.

Di sisi lain, Jepang menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan berkat pembinaan pemain muda yang sukses berkompetisi di liga top Eropa. Psywar yang dilancarkan pemain muda seperti Kento Shiogai mencerminkan meningkatnya rasa percaya diri tinggi di kubu Samurai Biru untuk menumbangkan dominasi historis Tim Samba.

Load More