- Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Boston Stadium setelah kalah adu penalti 3-4 melawan Paraguay.
- Kekalahan ini mencatat rekor buruk Jerman yang gagal menembus babak 16 besar untuk ketiga kalinya secara beruntun.
- Statistik menunjukkan Jerman mencatat pertahanan terburuk serta kekalahan adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia mereka.
Suara.com - Piala Dunia 2026 menjadi saksi runtuhnya pamor sepak bola Jerman setelah mereka disingkirkan Paraguay di babak 32 besar.
Bertanding di Boston Stadium, skuad asuhan Julian Nagelsmann harus angkat koper lebih awal usai kalah melalui drama adu penalti dengan skor 3-4.
Kekalahan ini tidak hanya menyakitkan bagi para pendukung Die Nationalelf, tetapi juga melahirkan sederet rekor buruk yang mencoreng sejarah panjang tim tersebut.
Berdasarkan data statistik resmi dari Opta, Jerman mencatat sejumlah rapor merah yang menunjukkan mereka tengah berada dalam salah satu periode terburuk di level internasional.
Hasil ini juga memastikan Jerman gagal menembus babak 16 besar untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Runtuhnya Rekor "Raja Adu Penalti"
Salah satu fakta paling mengejutkan adalah kekalahan Jerman dalam adu penalti, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan mereka.
Sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia, ini merupakan pertama kalinya Jerman kalah dalam babak adu penalti.
Sebelumnya, Jerman selalu memenangi empat adu penalti yang mereka jalani di putaran final Piala Dunia.
Baca Juga: Takluk dari Brazil, Jepang Gagal Pertahankan Marwah Sepakbola Asia!
Catatan buruk ini juga menjadi kekalahan kedua Jerman dalam adu penalti di turnamen besar, setelah takluk dari Cekoslowakia pada final Euro 1976.
Kegagalan Kai Havertz dan Jonathan Tah dalam mengeksekusi penalti menjadi titik balik yang meruntuhkan harapan Die Nationalelf.
Rekor Pertahanan Terburuk
Masalah di lini belakang kembali menjadi sorotan. Menurut data Opta, Jerman kini resmi mencatat rekor pertahanan terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Gawang Jerman tercatat selalu kebobolan dalam 10 pertandingan terakhir secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Rentetan tanpa clean sheet tersebut menjadi yang terpanjang sejak mereka pertama kali tampil di turnamen FIFA.
Berita Terkait
-
Analisis Kekalahan Jerman dari Paraguay: 3 Kesalahan Fatal Nagelsmann
-
5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Ogah Mundur usai Jerman Dipermalukan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Saudara Kandung Bela Beda Negara, Kisah Unik Bintang Piala Dunia 2026
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk