Bola / Bola Indonesia
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:51 WIB
Timnas Maroko saat menghadapi Belanda dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. [Dok. IG equipedumaroc]
Baca 10 detik
  • Eksperimen Ronald Koeman menggunakan formasi lima bek untuk pertama kalinya sejak 2024 berakhir gagal, setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026.
  • Belanda kalah secara statistik dari Maroko, hanya mencatat enam tembakan dan xG 0,23, sementara Singa Atlas menghasilkan xG 1,4 dari 11 percobaan.
  • Maroko kembali menunjukkan mental juara di adu penalti, sedangkan Belanda harus tersingkir lewat babak tos-tosan dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut.

Adu Penalti Kembali Jadi Mimpi Buruk Belanda

Nasib buruk Belanda di babak adu penalti kembali terulang.

De Oranje kini tercatat tersingkir melalui adu penalti dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Kiper Maroko, Yassine Bounou, tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tendangan Crysencio Summerville.

Sementara itu, Justin Kluivert dan Quinten Timber juga gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo.

Ismael Saibari kemudian memastikan kemenangan Maroko dengan skor 3-2 pada babak adu penalti.

Keberhasilan Maroko kembali menyingkirkan tim besar Eropa semakin mengukuhkan status mereka sebagai spesialis adu penalti setelah sebelumnya mengalahkan Spanyol pada Piala Dunia 2022.

Bagi Belanda, kekalahan ini dipastikan akan memicu evaluasi besar terhadap keputusan Ronald Koeman yang kembali menerapkan sistem lima bek di laga krusial.

Sementara itu, Maroko akan menghadapi Kanada pada babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah kembali menciptakan kejutan di panggung dunia.

Baca Juga: Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Kepelatihan Ceko Usai Kegagalan Total di Piala Dunia 2026

Load More