- Eksperimen Ronald Koeman menggunakan formasi lima bek untuk pertama kalinya sejak 2024 berakhir gagal, setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026.
- Belanda kalah secara statistik dari Maroko, hanya mencatat enam tembakan dan xG 0,23, sementara Singa Atlas menghasilkan xG 1,4 dari 11 percobaan.
- Maroko kembali menunjukkan mental juara di adu penalti, sedangkan Belanda harus tersingkir lewat babak tos-tosan dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut.
Adu Penalti Kembali Jadi Mimpi Buruk Belanda
Nasib buruk Belanda di babak adu penalti kembali terulang.
De Oranje kini tercatat tersingkir melalui adu penalti dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tendangan Crysencio Summerville.
Sementara itu, Justin Kluivert dan Quinten Timber juga gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo.
Ismael Saibari kemudian memastikan kemenangan Maroko dengan skor 3-2 pada babak adu penalti.
Keberhasilan Maroko kembali menyingkirkan tim besar Eropa semakin mengukuhkan status mereka sebagai spesialis adu penalti setelah sebelumnya mengalahkan Spanyol pada Piala Dunia 2022.
Bagi Belanda, kekalahan ini dipastikan akan memicu evaluasi besar terhadap keputusan Ronald Koeman yang kembali menerapkan sistem lima bek di laga krusial.
Sementara itu, Maroko akan menghadapi Kanada pada babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah kembali menciptakan kejutan di panggung dunia.
Baca Juga: Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Kepelatihan Ceko Usai Kegagalan Total di Piala Dunia 2026
Berita Terkait
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia
-
Maroko Tekuk Belanda Lewat Adu Penalti dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
Paraguay Tumbangkan Jerman Lewat Adu Penalti dan Lolos Tiket 16 Besar
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?