-
Jepang tersingkir tragis dari Piala Dunia setelah kalah tipis 1-2 akibat gol telat Brasil.
-
Pelatih Hajime Moriyasu menegaskan jarak kualitas antara Jepang dan tim elite dunia kini makin sempit.
-
Pendukung di Tokyo tetap bangga dan merasa terinspirasi oleh daya juang skuat Samurai Biru.
"Untuk memenangkan gelar adalah impian dan tujuan kami dan kami tidak dapat mencapainya," akunya berjiwa besar.
"Sebagai kepala pelatih, saya memberi tahu mereka bahwa saya sangat menyesal karena saya tidak cukup baik untuk memimpin mereka ke tingkat itu untuk mencapai tujuan tersebut," sesalnya sembari pasang badan.
Meski laga berakhir pukul empat pagi waktu setempat, ribuan pendukung setia tetap memadati area nonton bareng di sekitar Tokyo Tower. Atmosfer kebanggaan tetap menyelimuti ruang publik seiring apresiasi tinggi atas perjuangan tanpa lelah para pemain.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain, yang tidak pernah menyerah sesulit apa pun situasinya," kata salah satu fans, Miyu Hashiguchi dalam bahasa Jepang.
"Mereka mendorong saya untuk berani mengambil tantangan dalam hidup," lanjutnya penuh emosi.
Sikap pantang menyerah menghadapi tim bertabur bintang juga memicu optimisme besar di kalangan generasi muda Jepang. Keberanian menekan sejak awal laga menjadi indikator kuat kemajuan mentalitas bertanding mereka.
"Ini sangat berarti bagi Jepang," ujar Ryutaro Mori, seorang mahasiswa berusia 20 tahun.
"Bahwa bahkan melawan tim dengan peringkat lebih tinggi, kami mencetak gol pertama," tandasnya bangga.
Kekalahan menyakitkan dari Brasil ini memperpanjang catatan kelam Jepang yang selalu kandas setelah unggul lebih dulu di babak gugur. Dari total 15 pertemuan sepanjang sejarah melawan Brasil, Jepang tercatat baru mampu mengemas satu kemenangan saja.
Baca Juga: Ancelotti Puji Kesabaran Pemain Brasil atasi 'Keras Kepalanya' Jepang
Empat tahun lalu di Qatar, langkah menjanjikan Jepang juga harus kandas di babak 16 besar lewat drama adu penalti melawan Kroasia. Memori serupa terjadi pada tahun 2018 di Rusia saat mereka sempat unggul 2-0 atas Belgia sebelum akhirnya takluk 2-3 akibat gol di detik-detik akhir pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia
-
Pemain Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026 Mulai Terungkap!
-
Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Kepelatihan Ceko Usai Kegagalan Total di Piala Dunia 2026
-
Tersingkir Dramatis, Moriyasu Sebut Jepang Makin Dekati Level Brasil
-
Singa Atlas Mengaum! Maroko Pulangkan Belanda Lewat Adu Penalti Dramatis di Piala Dunia 2026
-
Deretan Rekor Memalukan Jerman usai Kalah dari Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Analisis Kekalahan Jerman dari Paraguay: 3 Kesalahan Fatal Nagelsmann