- Kerusuhan pecah di berbagai kota Belanda pasca kekalahan timnas dari Maroko dalam ajang Piala Dunia 2026.
- Aparat kepolisian mengerahkan water cannon dan menangkap pelaku kekerasan di Den Haag, Amsterdam, Utrecht, serta Amersfoort.
- Anggota parlemen Mona Keijzer mengkritik pemerintah karena dinilai lamban dalam merespons aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Suara.com - Kerusuhan pecah di sejumlah kota di Belanda usai kekalahan timnas dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Perayaan kemenangan yang awalnya berlangsung meriah berubah menjadi aksi kekacauan yang memicu keprihatinan publik dan reaksi keras dari para politisi.
Di kawasan Schilderswijk, Den Haag, ratusan suporter turun ke jalan merayakan kemenangan.
Namun situasi memanas pada dini hari, memaksa polisi mengerahkan water cannon dan melakukan sejumlah penangkapan akibat aksi kekerasan terbuka.
Kerumunan besar juga terlihat di Amsterdam Nieuw-West, Utrecht, hingga Amersfoort.
Aparat keamanan dilaporkan meningkatkan pengawasan untuk mencegah eskalasi kerusuhan yang lebih luas.
Politisi Geert Wilders menanggapi kemenangan Maroko dengan nada santai namun tetap mengakui keunggulan lawan.
“Mereka memang pantas menang. Saya juga sudah memberi selamat, meski sangat disayangkan Belanda kalah,” ujarnya dilansir dari Voetbalzone.
Sementara itu, anggota parlemen independen Mona Keijzer melontarkan kritik keras terhadap penanganan kerusuhan.
Baca Juga: Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah
Ia menilai aparat dan pemerintah terlalu lamban dalam bertindak.
“Apa yang kita lihat ini semakin menjadi-jadi karena tidak ada tindakan tegas. Ini harus dihentikan,” tegas Keijzer.
Ia bahkan mengusulkan langkah ekstrem untuk mengendalikan situasi.
“Perlu tindakan lebih cepat, menutup area, dan bahkan jika perlu, tembak balik—tentu diarahkan ke kaki,” katanya.
Pernyataan tersebut memicu kontroversi, terlebih setelah terungkap bahwa polisi sempat ditembaki, meski kemudian diketahui menggunakan pistol mainan.
Keijzer mengakui usulannya terdengar ekstrem, namun ia mempertanyakan batas toleransi terhadap aksi kekerasan.
“Ini mungkin terdengar berlebihan, tapi sampai kapan kita membiarkan ini terjadi? Apakah kita akan terus diam?” ujarnya.
Berita Terkait
-
Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah
-
Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman
-
Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M
-
Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro Bongkar Kunci Suksesnya
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik
-
Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering