Bola / Bola Dunia
Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mewaspadai perlawanan RD Kongo jelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (1/7/2026) malam WIB. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pelatih Thomas Tuchel mewaspadai kekuatan fisik dan kedisiplinan tim RD Kongo dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026.
  • Pertandingan Inggris melawan RD Kongo akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Rabu, 1 Juli 2026 malam WIB.
  • Inggris tetap optimis meski tanpa Reece James dan Jarell Quansah, sementara Declan Rice dinyatakan telah pulih dari cedera.

Suara.com - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mewaspadai perlawanan RD Kongo jelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (1/7/2026) malam WIB.

Menurutnya, Inggris harus siap menghadapi permainan disiplin dan mengandalkan fisik yang menjadi kekuatan lawan.

Pemenang laga tersebut akan menghadapi salah satu dari Meksiko atau Ekuador pada babak 16 besar.

RD Kongo melaju ke fase gugur sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik setelah bermain imbang 1-1 melawan Portugal, kalah tipis 0-1 dari Kolombia, dan menang 3-1 atas Uzbekistan pada fase grup.

Dalam konferensi pers prapertandingan, Tuchel menilai RD Kongo merupakan tim yang terorganisasi dengan baik serta mampu menyulitkan tim-tim besar.

Selebrasi striker Timnas Republik Demokratik Kongo, Yoane Wissa, usai menjebol gawang Portugal di Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)

"Kami akan menghadapi tim yang sangat rapat, mengandalkan kekuatan fisik, dan memiliki organisasi permainan yang baik. Mereka disiplin dalam bertahan, mampu berganti dari tekanan tinggi ke blok rendah, serta berbahaya saat melakukan serangan balik," ujar Tuchel melansir Sky Sports.

Pelatih asal Jerman itu juga menilai lawannya tidak mudah ditembus, terbukti dari penampilan mereka saat menghadapi Portugal dan Kolombia.

"Mereka tidak banyak memberikan peluang kepada lawan. Kami tahu tantangan yang akan dihadapi dan harus siap berjuang untuk meraih kemenangan," katanya.

Inggris menghadapi pertandingan ini tanpa bek kanan Reece James dan Jarell Quansah yang masih menjalani pemulihan cedera. Meski demikian, Tuchel optimistis kondisi keduanya terus membaik.

Baca Juga: Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda

"Pemulihan mereka berjalan positif. Jarell sedikit lebih maju dibandingkan Reece, tetapi fokus kami adalah memastikan mereka kembali siap bertanding," ujarnya.

Absennya kedua pemain membuka peluang bagi Djed Spence untuk mengisi posisi bek kanan, sementara Ezri Konsa berpotensi digeser dari posisi bek tengah.

Meski kehilangan sejumlah pemain, Tuchel menegaskan tidak ingin menjadikan cedera sebagai alasan.

"Cedera adalah bagian dari sepak bola. Kami tentu ingin mereka bersama tim, tetapi sekarang pemain lain harus mengambil peran. Kami akan berjuang sebagai satu kesatuan," tegasnya.

Declan Rice yakin Timnas Inggris bisa mengalahkan siapa pun di Piala Dunia 2026. Simak komentar sang gelandang dan kabar terbaru Bukayo Saka. [Dok. IG Declan Rice]

Di sisi lain, Inggris mendapat kabar baik setelah gelandang Declan Rice kembali berlatih bersama skuad usai sebelumnya menjalani pemulihan.

Pemain Arsenal itu sempat ditarik keluar sebagai tindakan pencegahan pada laga pembuka fase grup melawan Kroasia dan mengaku mengalami gangguan pada otot hamstring sejak akhir tahun lalu.

Load More