- Timnas Argentina menghadapi krisis ketajaman striker Lautaro Martinez dan Julian Alvarez pada gelaran Piala Dunia 2026 ini.
- Dominasi Lionel Messi sebagai pusat serangan membatasi ruang gerak serta suplai bola bagi para penyerang murni Argentina.
- Pelatih Lionel Scaloni berencana melakukan rotasi pemain guna meningkatkan efektivitas lini depan agar tim tetap kompetitif meraih gelar.
Suara.com - Timnas Argentina menghadapi persoalan serius di lini depan pada Piala Dunia 2026.
Dua striker andalan, Lautaro Martínez dan Julián Álvarez, belum mampu menunjukkan ketajaman yang diharapkan.
Sejauh ini, Lautaro baru mencetak satu gol dari titik penalti, sementara kontribusi Julian Alvarez juga minim.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah masalah ada pada pemain atau sistem permainan tim?
Peran striker utama Argentina saat ini justru dipegang Lionel Messi.
Sang kapten menjadi pusat serangan sekaligus penyelesai akhir, sehingga peluang bagi penyerang murni menjadi terbatas.
Selain itu, posisi nomor 9 juga belum benar-benar jelas. Lautaro sempat dipercaya sebagai starter, namun tampil kurang meyakinkan, sementara Julian Alvarez dinilai kehilangan pengaruh dibandingkan performanya sebelumnya.
Gaya bermain Argentina turut menjadi sorotan.
Tim tidak mengandalkan sayap murni maupun full-back ofensif yang mampu menyuplai bola ke kotak penalti, sehingga striker kekurangan peluang emas.
Baca Juga: Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
Aliran serangan yang terlalu berpusat pada Messi juga membuat variasi serangan menjadi terbatas.
Dampaknya, Lautaro dan Julián kesulitan mendapatkan ruang dan momentum untuk mencetak gol.
Dalam laga melawan Cabo Verde, bahkan gol lebih banyak datang dari situasi bola mati.
Kondisi ini mempertegas minimnya efektivitas lini depan dalam skema permainan terbuka.
Pelatih Lionel Scaloni diperkirakan akan melakukan perubahan untuk mengatasi masalah ini.
Scaloni dikenal tidak ragu melakukan rotasi jika performa tim tidak menunjukkan perkembangan positif.
Berita Terkait
-
Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
-
Vozinha Jadi Kiper Terpopuler Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Salip Nama Beken
-
Brasil vs Norwegia: Jika Terjadi Adu Penalti, Selecao Punya Keunggulan
-
Cceres Bongkar Provokasi Kylian Mbappe: Mau Cium Saya? Kalau Mau Ayo
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan