- Pelatih Mohamed Ouahbi meminta skuad Maroko tetap fokus dan menolak pujian berlebihan sebelum turnamen Piala Dunia 2026 berakhir.
- Maroko dijadwalkan menghadapi Prancis dalam babak perempat final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di kota Boston nanti.
- Ouahbi menargetkan trofi juara sebagai pencapaian utama dan menuntut anak asuhnya tampil maksimal tanpa rasa puas sedikitpun.
Suara.com - Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, mengirimkan pesan tegas kepada publik dan dunia agar berhenti memberikan pujian berlebihan kepada timnya saat ini.
Ouahbi menegaskan skuad Singa Atlas sama sekali tidak tertarik dengan apresiasi prematur meski Maroko berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.
Baginya, segala bentuk evaluasi dan perayaan keberhasilan baru layak dilakukan setelah seluruh rangkaian turnamen di Amerika Utara berakhir.
Maroko kini bersiap menghadapi tim raksasa Prancis dalam laga perempat final yang sekaligus menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Berbeda dengan status sebagai "tim kejutan" empat tahun lalu, Maroko kini datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu penantang gelar.
Mohamed Ouahbi Tolak Label Kuda Hitam
"Kami akan melakukan evaluasi di akhir turnamen nanti," tegas Mohamed Ouahbi dalam konferensi pers, Rabu waktu setempat.
Ouahbi secara terang-terangan meminta anak asuhnya menutup telinga dari segala sanjungan yang menyebut performa mereka sudah luar biasa.
"Saya tidak akan mengatakan apa pun sekarang karena kami bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak lagi," tambahnya.
Baca Juga: Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko
Pelatih berusia 53 tahun itu juga menolak anggapan bahwa keberhasilan Maroko mencapai babak delapan besar merupakan sebuah bonus.
"Saya tidak suka perasaan 'kita telah melakukannya dengan baik untuk sampai ke sini dan sisanya adalah bonus'. Tidak, bonus yang sebenarnya adalah memenangkan Piala Dunia," ujar Ouahbi.
Filosofi pantang puas itulah yang menjadi bahan bakar Maroko untuk terus melangkah lebih jauh dan menantang dominasi negara-negara besar.
Waspadai Ancaman Prancis
Prancis melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Paraguay dengan susah payah.
Kylian Mbappe tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan Maroko setelah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Tantang Argentina, Swiss Siap Unjuk Mental Baja
-
Rasisme Cederai Sportivitas Sepak Bola, Menang Tak Harus Menghina Lawan
-
Mesir Resmi Desak FIFA Selidiki Wasit Francois Letexier Usai Kekalahan Kontroversial dari Argentina
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan