- Vinicius Junior mengungkapkan rasa frustrasi setelah Timnas Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Norwegia.
- Vini Jr menegaskan bahwa kegagalan eksekusi penalti oleh Bruno Guimarães merupakan keputusan teknis sesuai arahan pelatih Carlo Ancelotti.
- Pemain tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada publik Brasil serta berjanji akan terus berjuang membawa negaranya kembali berprestasi.
Suara.com - Vinicius Junior akhirnya angkat bicara usai kegagalan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.
Penyerang andalan itu mengaku diliputi rasa frustrasi setelah Selecao tersingkir di babak 16 besar oleh Norwegia.
Pernyataan tersebut disampaikan Vini Jr melalui media sosial, lima hari setelah kekalahan menyakitkan itu. Ia menyebut butuh waktu untuk mencerna hasil pahit yang dialami timnya.
“Vestir a camisa da Seleção é o maior orgulho da minha vida, dan tersingkir di babak 16 besar adalah perasaan yang sulit dijelaskan,” tulis Vini Jr.
Pemain Real Madrid itu juga menegaskan bahwa dukungan publik menjadi alasan dirinya tidak ingin terus diam. Ia mengaku terharu melihat antusiasme fans dari berbagai kalangan selama turnamen berlangsung.
“Saya melihat begitu banyak orang mendukung dan memeluk mimpi kami. Akan tidak adil jika saya tetap diam,” lanjutnya.
Meski tampil impresif sepanjang turnamen dengan torehan empat gol, Vini Jr tetap disorot dalam laga kontra Norwegia.
Ia memilih tidak mengambil penalti di babak pertama saat skor masih 0-0.
Kesempatan tersebut diberikan kepada Bruno Guimarães, namun eksekusi gagal menjadi gol. Momen itu menjadi titik balik sebelum Brasil akhirnya kalah 1-2.
Baca Juga: Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau
Vini Jr menjelaskan keputusan tersebut bukan inisiatif pribadi, melainkan sudah ditentukan pelatih Carlo Ancelotti sebelum pertandingan. Ia membantah anggapan menghindari tanggung jawab.
“Pelatih yang menentukan siapa penendang. Dia memilih Bruno. Saya tidak pernah mengejar gelar top skor, dan saya tidak lari dari tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam laga itu, Norwegia tampil efektif dengan dua gol dari Erling Haaland yang memastikan langkah Brasil terhenti.
Kekalahan ini sekaligus menjadi pencapaian terburuk Brasil sejak Piala Dunia 1990.
Menutup pernyataannya, Vinicius Jr menyampaikan permintaan maaf kepada publik Brasil.
Vinicius berjanji akan terus berjuang untuk membawa negaranya kembali ke puncak sepak bola dunia.
“Saya minta maaf. Kami punya tim yang cukup kuat untuk melangkah lebih jauh. Saya akan terus berjuang untuk membawa Brasil kembali ke topo do mundo,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah