-
Lionel Scaloni menegaskan laga Argentina melawan Inggris hanya fokus pada perebutan tiket final.
-
Penyerang Jose Manuel Lopez menjamin skuad Albiceleste tetap profesional meski laga sarat sejarah.
-
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 ini akan digelar di Atlanta hari Kamis mendatang.
Suara.com - Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan duel kontra Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 murni tentang perebutan tiket final.
Nakhoda Albiceleste tersebut memilih mengabaikan ketegangan historis dan politik yang kerap membayangi pertemuan kedua negara.
"Ini pertandingan sepak bola. Kita akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hargai dan kagumi," kata Scaloni yang dikutip dari The Guardian pada Senin (13/7/2026).
Langkah ini menjadi strategi krusial Scaloni untuk menjaga fokus mental pasukannya agar tidak terbebani narasi luar lapangan.
Pertempuran hidup-mati ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Argentina menembus babak empat besar setelah melewati drama perpanjangan waktu yang sengit melawan Swiss dengan skor akhir 3-1.
Di sisi lain, armada Tiga Singa memesan tempat di semifinal usai menumbangkan perlawanan ketat Norwegia 2-1.
Meskipun tim pelatih meredam tensi, kubu pemain tidak menampik adanya warisan emosional yang mendalam dari rivalitas klasik ini.
Penyerang Argentina Jose Manuel Lopez mengakui laga melawan Inggris memiliki nilai historis yang besar.
Baca Juga: Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," katanya.
Namun, ia memastikan seluruh pemain akan tetap bersikap profesional saat berada di lapangan.
"Namun, kami profesional. Kami akan memainkannya seperti yang kami mainkan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan malam ini, memberikan segalanya," ujar Lopez menambahkan.
Bentrokan 2 raksasa ini memang selalu menyedot perhatian global karena tumpukan sejarah rivalitas yang panjang di panggung dunia.
Inggris tercatat pernah menundukkan Argentina pada perempat final Piala Dunia 1966 sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
Dua dekade berselang, giliran Argentina membalas dendam lewat sepasang gol legendaris Diego Maradona di perempat final Meksiko 1986.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital