Bola / Bola Dunia
Senin, 13 Juli 2026 | 17:58 WIB
Pelatih Timnsa Argentina, Lionel Scaloni memilih santai jelang menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. [@telefe]
Baca 10 detik
  • Timnas Argentina akan menghadapi Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026).
  • Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa pertandingan tersebut hanyalah laga sepak bola biasa tanpa dikaitkan dengan rivalitas sejarah maupun politik.
  • Pemain Argentina berkomitmen tetap bersikap profesional dan memberikan penampilan terbaik saat bertanding melawan Inggris di fase empat besar tersebut.

Suara.com - Pelatih Timnsa Argentina, Lionel Scaloni memilih santai jelang menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.

Kedua tim dijadwalkan bentrok di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Scaloni menegaskan laga itu merupakan pertandingan sepak bola biasa dan tidak perlu dikaitkan dengan rivalitas sejarah maupun isu politik di luar lapangan.

"Ini pertandingan sepak bola. Kami akan memainkan pertandingan melawan tim nasional yang hebat dengan pelatih yang sangat saya hormati dan kagumi," kata Scaloni, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (13/7/2026).

Argentina melaju ke semifinal setelah mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris memastikan tiket ke empat besar usai menundukkan Norwegia dengan skor 2-1.

Para pemain Inggris dan Argentina berjabat tangan sebelum pertandingan Piala Dunia 2002, melanjutkan salah satu rivalitas paling bersejarah dalam sepak bola dunia. (guardian.co.uk)

Pertemuan kedua tim selalu menarik perhatian karena memiliki sejarah panjang di ajang Piala Dunia. Inggris mengalahkan Argentina pada perempat final Piala Dunia 1966, sebelum Albiceleste membalas kemenangan tersebut di perempat final Piala Dunia 1986 melalui laga yang dikenang berkat gol kontroversial "Tangan Tuhan" yang dicetak Diego Maradona.

Kedua negara kembali bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 1998, ketika Argentina menang melalui adu penalti.

Inggris kemudian membalas dengan kemenangan 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002 lewat gol penalti David Beckham, hasil yang sekaligus memastikan langkah Argentina terhenti di fase grup.

Rivalitas kedua negara juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland atau Malvinas pada 1982. Isu tersebut kembali menjadi perhatian selama Piala Dunia 2026 setelah muncul nyanyian dari sebagian suporter dan pemain Argentina yang menyinggung Malvinas, Diego Maradona, dan Lionel Messi.

Baca Juga: Cetak Brace, Jude Bellingham Bisa Kejar Rekor Messi?

Meski demikian, penyerang Argentina Jose Manuel Lopez menegaskan timnya akan tetap bersikap profesional saat menghadapi Inggris.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah dan banyak hal di baliknya. Namun, kami profesional. Kami akan memainkannya seperti setiap pertandingan lainnya, hingga detik terakhir, dengan memberikan segalanya," ujar Lopez.

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan dan berhasil menembus semifinal.

Perjalanan Albiceleste menuju empat besar juga diwarnai sejumlah keputusan pertandingan yang memicu perdebatan, termasuk saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar dan Swiss di perempat final.

[ANTARA]

Load More