- Thomas Tuchel menuai kritik tajam setelah Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 akibat kalah melawan Argentina.
- Taktik bertahan yang diterapkan Tuchel dinilai menjadi bumerang saat menghadapi performa dominan Lionel Messi di babak semifinal tersebut.
- Posisi Tuchel kini terancam karena Federasi Sepak Bola Inggris harus mempertimbangkan kelanjutan proyek jangka panjang sang pelatih kepala.
Kekalahan Inggris juga tak lepas dari penampilan gemilang Lionel Messi yang kembali menjadi motor permainan Argentina.
Statistik menunjukkan dominasi Argentina pada babak kedua. Inggris hanya mampu mencatatkan dua operan di area lawan sejak menit ke-72 hingga ke-92, sedangkan Argentina membukukan 111 operan pada periode yang sama.
Legenda Prancis, Thierry Henry, menilai Inggris melakukan kesalahan dengan membangkitkan semangat kompetitif Messi.
"Apa yang terjadi dengan Leo, terkadang... jangan bangunkan binatang buas itu," kata Henry.
Ia kemudian mengenang pengalaman saat bermain bersama Messi di Barcelona.
"Saya pernah melihatnya di latihan. Ketika pelatih tidak meniup peluit pelanggaran, dia berubah. Dia mengambil bola dan mencetak tiga gol berturut-turut."
"Dia tidak terhentikan saat berada dalam suasana hati seperti itu. Saat tim membutuhkannya, dia meningkatkan permainannya."
Henry menutup komentarnya dengan pujian kepada sang megabintang.
"Pria ini menulis sejarah dengan kakinya."
Baca Juga: Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?
Proses Membangun Tim Juara Butuh Waktu
Meski terus mendapat kritik, sejarah menunjukkan membangun tim juara di level internasional membutuhkan proses yang panjang.
Didier Deschamps membutuhkan enam tahun sebelum membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Sementara Aimé Jacquet memerlukan lima tahun untuk mengantarkan Prancis menjadi juara dunia pada 1998.
Thomas Tuchel, yang baru memperpanjang kontraknya hingga Februari lalu, setidaknya mampu menyamai pencapaian Gareth Southgate dengan membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia.
Kini, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dihadapkan pada pilihan besar: mempertahankan proyek jangka panjang bersama Tuchel atau kembali melakukan pergantian pelatih demi mengejar ambisi mengakhiri puasa gelar juara dunia.
Berita Terkait
-
Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026
-
Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Siapa Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol?
-
Menang Dramatis! Argentina Siap Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
-
Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%
-
Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu
-
Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia
-
38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi
-
Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka
-
BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100
-
Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, 4 Orang Tewas